ISP di AS Butuh Izin Pengguna Sebelum Jual Data

online_privacy-640x360

Aturan baru yang disahkan oleh Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) akan menjadi akhir dari sebuah era bagi penyedia layanan internet (ISP) karena mereka akan segera diminta untuk meminta izin pelanggan sebelum berbagi atau menjual data pribadi pelanggan kepada pihak ketiga.

Aturan baru ini mencakup informasi sensitif seperti riwayat penjelajahan, data lokasi, aplikasi yang digunakan, data keuangan dan kesehatan, dan isi korespondensi email pengguna. Pengguna benar-benar harus opt-in untuk memungkinkan ISP untuk berbagi data-data tersebut kepada pihak ketiga.

Untuk informasi nonsensitif seperti level layanan yang dipilih pengguna, pengguna akan dapat melakukan opt-out. Selain itu, ISP harus menyediakan pemberitahuan yang jelas untuk peengguna tentang jenis data yang mereka kumpulkan, bagaimana data tersebut bisa digunakan dan kepada siapa akan dibagikan. Perlu dicatat bahwa penyedia layanan atau ISP masih akan dapat mengumpulkan dan menjual data anonim yang tidak dapat dikaitkan dengan seseorang atau perangkat tertentu.

Selain itu, FCC telah memperkenalkan pedoman untuk ISP dalam mengambil langkah-langkah yang wajar untuk mengamankan data pengguna yang sensitif. Plus, jika ISP menderita pelanggaran keamanan, mereka akan diminta untuk memberitahu pelanggan yang terkena dampak dalam waktu 30 hari sejak masalah ditemukan.

Langkah yang diambil FCC ini patut diapresiasi. Langkah ini akan membantu mengurangi spam dan meningkatkan privasi untuk pelanggan. ISP benar-benar harus meminta izin pengguna atau pelanggan untuk berbagi data mereka dengan pihak ketika sehingga privasi pelanggan akan meningkat secara signifikan.

Sumber: FCC via The Next Web