Kartu Kredit dengan Layar Anti Penipuan

Young woman shopping online with credit card and laptop

Penipuan kartu kredit bukan kejahatan cyber yang baru. Banyak bank merugi jutaan dollar karena penipuan dengan menggunakan kartu kredit ini. Namun, sejauh ini belum ada teknologi yang cukup mumpuni untuk mencegah penipuan kartu kredit tersebut.

Untuk itulah, baru-baru ini diperkenalkan kartu kredit baru dengan layar digital yang secara acak menghasilkan kode keamanan sebagai cara untuk memerangi penipuan. Oberthur Technologies, perusahaan yang berada di balik teknologi tersebut sedang dalam diskusi dengan bank-bank Inggris untuk menggelar teknologi tersebut dan konsumen di Prancis akan bisa menggunakan teknologi tersebut pada akhir tahun ini.

Namun demikian, seorang pakar keamanan cyber mengatakan desain yang berbeda untuk kartu kredit sudah terlambat. Prof Alan Woodward, ahli cybersecurity dari Surrey University mengatakan dalam beberapa hal tersebut mengejutkan, yaitu mengapa teknologi anti penipuan tersebut baru muncul sekarang.

Kartu baru tersebut memberikan lapisan tambahan keamanan dengan mengganti tiga digit angka kode keamanan yang dicetak statis di belakang kartu dengan layar mini yang menampilkan kode acak yang berubah secara otomatis setiap jam. Kartu didukung oleh baterai lithium tipis yang dirancang untuk bertahan selama tiga tahun.

Kartu baru tersebut mungkin mahal bagi operator kartu karena beberapa infrastruktur tambahan diperlukan untuk memastikan kartu tetap disinkronisasikan dengan operator. Salah satu kelemahan dari kartu ini adalah bahwa pelanggan tidak lagi dapat menghafal kode keamanan mereka dan perlu memeriksa kartu setiap kali mereka ingin melakukan pembelian secara online.

Teknologi kartu baru ini tentu sangat diperlukan untuk memerangi penipuan online dengan menggunakan kartu. Menurut Financial Fraud Action Inggris, penipuan kartu kredit di Inggris mencapai 755 juta pound pada tahun 2015 dengan 20.255 orang korban. Ada beberapa cara bagi penipu untuk memperoleh rincian kartu kredit antara lain pencurian data secara online dan skimmer yang melekat pada mesin ATM.

Penelitian terbaru dari perusahaan keamanan Kaspersky Labs menunjukkan bahwa penjahat dunia maya sudah merencanakan untuk mengeksploitasi teknologi baru kartu kredit. Kaspersky menemukan sedikitnya 12 penjual yang menawarkan skimmer yang mampu mencuri sidik jari korban.

Sumber: BBC

Sumber Foto: InsideRetail Asia