Situs Dewasa Mungkin Akan Dilindungi HTTPS

https-640x360

Sudah sangat banyak situs yang beralih ke HTTPS. Hal ini sesuatu yang sangat wajar dan dianjurkan karena bila tanpa HTTPS ISP dan pemerintah dapat memata-matai apa yang dilakukan pengguna. Dengan menggunakan HTTPS mencegah suntikan malware ke dalam lalu lintas yang dilayani dan perlu HTTPS untuk melakukan pembayaran jika situs menerima uang.

Namun, jumlah HTTP tidak terenkripsi masih besar dan ada banyak situs-situs besar yang tidak menggunakan HTTPS. Laporan transparansi Google baru-baru ini menambahkan adopsi HTTPS di 100 website teratas. Banyak situs besar seperti Facebook, Google, dan Wikimedia telah berpindah dan menggunakan HTTPS. Namun, satu hal dari laporan Google yang cukup jelas adalah bahwa dua sektor industri besar belum menggunakan HTTPS, yaitu situs berita dan industri hiburan dewasa.

Kondisi tersebut mungkin segera berubah, terutama untuk situs hiburan dewasa atau biasa disebut situs porno.  Center for Democracy & Technology (CDT) mengumumkan kemitraan untuk meningkatkan adopsi HTTPS untuk hiburan dewasa online. Selama bulan-bulan mendatang, CDT akan bekerja sama dengan Free Speech Coalition (FSC), sebuah asosiasi perdagangan untuk industri hiburan dewasa dan penasihat HTTPS lainnya untuk membuat HTTPS adalah yang terbaik dalam hal melindungi lalu lintas online dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna situs dewasa.

Dengan kerja sama ini situs hiburan dewasa suatu saat nanti akan dilindungi oleh HTTPS sehingga memberikan pengalaman pribadi yang lebih aman bagi pengguna. Dengan menerapkan HTTPS nantinya, situs dewasa tidak lagi akan jadi sasaran empuk penyebaran malware dan perilaku pengguna tidak lagi bisa dimata-matai oleh pemerintah atau ISP.

Kerja sama ini bisa dipandang baik sekaligus jelek. Baik karena privasi pengguna yang berkunjung ke situs dewasa tersebut akan lebih terlindungi. Ini mungkin saja akan membawa traffic makin besar ke situs dewasa tersebut yang sebenarnya sudah sangat besar. Namun di sisi buruknya, kebiasaan berkunjung ke situs dewasa bisa saja meningkat dengan pesat karena pengguna yang sebelumnya khawatir dimata-matai kini bisa berkunjung dengan aman tanpa khawatir dikuntit atau terkena serangan malware.

Sumber: CDT

Sumber Foto: Lifehacker AU