Studi: Hacker Remaja Mengalami Kecanduan

022213_dcl_hacker_640

Sebuah studi menunjukkan bahwa terdapat kesejajaran antara cara anak muda menjadi hacker dan bagaimana anak muda menjadi kecanduan obat dan alkohol. Studi ini ditulis untuk lembaga penegak hukum Uni Eropa, yaitu Europol. Studi tersebut mengatakan bahwa terdapat alat-alat online dan tutorial membuat mudah bagi anak muda untuk mulai melakukan kejahatan dunia maya. Studi tersebut memperingatkan bahwa rasa senang yang berasal dari tindakan kriminal mungkin mendorong beberapa pelaku untuk meningkatkan serangan mereka.

Hormon dopamin bisa dilepaskan secepat anak muda mengalami keberhasilan teratur dari serangan yang dilakukan secara online dan jika keberhasilan ini terkait dengan tindakan antisosial, seperti hacking, mereka akan didorong untuk mengejar tujuan lebih lanjut untuk mendapatkan keuntungan. Studi ini menunjukkan bahwa program-program pendidikan yang dikembangkan untuk mengatasi penyalahgunaan zat terlarang dan merokok dapat disesuaikan untuk membantu mengatasi cybercrime.

Studi ini menunjukkan sebagian besar masalah adalah bahwa banyak anak muda melihat internet sebagai tempat yang tidak diawasi. Hal ini  kemudian mendorong mereka untuk melakukan tindakan yang lebih serius, seperti hacking. Studi tersebut menambahkan bahwa sering tujuan mereka bukan keuntungan finansial, melainkan untuk meningkatkan reputasi mereka di kalangan hacker lain untuk mengimbangi kurangnya harga diri dalam hidup mereka. Membangun reputasi online menjadi sangat penting sehingga hacker muda dapat berinvestasi untuk sumber daya kognitif dan emotsi secara berlebihan.

Hacker remaja sama seperti pecandu narkoba dan alkohol yang dapat dibantu dengan mengajak mereka untuk menghabiskan waktu dengan role model dan mengajar mereka untuk mengakui berapa banyak kerusakan atas tindakan yang dilakukan terhadap orang lain.

Para penulis studi juga menyarankan pendidik mengembangkan tes baru untuk mengidentifikasi anak-anak yang memiliki potensi tinggi dalam keterampilan teknologi ketika mereka berusia sekitar 4 tahun sehingga mereka dapat diarahkan untuk menggunakan bakat mereka dengan cara yang menguntungkan masyarakat.

Sumber: BBC