Survei: 90% Responden Percaya Twitter Tidak Melakukan Apapun jika ada Laporan Penyalahgunaan

twitter-layoffs

Sebuah survei online yang dilakukan oleh BuzzFeed baru-baru ini mencoba untuk mengetahui bagaimana pelaporan pelanggaran di Twitter ditanggapi oleh Twitter. Survei online tersebut melibatkan sebanyak 2.700 reponden. Kesimpulan dari survei tersebut cukup mencengangkan di mana 90% responden beranggapan Twitter tidak melakukan apapun terhadap pelanggaran yang dilaporkan.

Survei tersebut terutama didistribusikan melalui saluran sosial BuzzFeed, sebagian besar di Twitter dan melalui link di posting BuzzFeed News. Tentu saja dengan hanya 2.702 responden, hasil survei tersebut cenderung tidak mencerminkan Twitter pengguna secara keseluruhan. Apalagi sebagian besar responden yang berpartisipasi dalam survei menggunakan bahasa Inggris. Namun hasilnya tetap sebuah hal yang bernilai untuk melihat mengapa konten kebencian, pelecehan di Twitter sangat sulit untuk dihapuskan.

Dari 2.702 responden, 1.478 (55%) mengatakan mereka telah menjadi target abusive tweet atau pesan langsung di Twitter. Dari mereka yang melaporkan mengalami penyalahgunaan di Twitter, 18% mengatakan mereka telah dilecehkan dalam seminggu terakhir, sementara 26% melaporkan dilecehkan beberapa kali dalam satu bulan terakhir, tetapi tidak seminggu terakhir. Menurut responden survei sebagian besar respon Twitter terhadap laporan penyalahgunaan adalah tidak menanggapi laporan tersebut.

Sebanyak 46% pesponden mengatakan kepada Buzzfeed bahwa saat terakhir kali mereka melaporkan tweet yang abusive kepada Twitter, Twitter tidak melakukan tindakan apapun atas laporan tersebut, mereka hanya menyarakan untuk memblokir akun yang melakukan hal tersebut.

Sebanyak 29% responden mengatakan bahwa setelah melaporkan abusive tweet, mereka tidak pernah mendengar apa-apa lagi sama sekali (dari Twitter). Sebanyak 18% dari mereka yang melaporkan abusive tweet, diberitahu bahwa tweet tersebut tidak melanggar aturan Twitter yang secara eksplisit melarang ancaman kekerasan, pelecehan, dan perilaku kebencian.

Dalam hanya 56 kasus pelaporan (2,6%) di mana Twitter menghapus akun yang melakukan pelanggaran dan 22 kasus (1%) Twitter mengeluarkan peringatan kepada pengguna yang telah mengirim tweet. Dari 2.115 orang yang menanggapi pertanyaan survei, hanya lima lima orang yang dihubungi oleh perwakilan Twitter untuk membahas penyalahgunaan yang mereka melaporkan hampir.

Bila melihat hasil sirvei tersebut, tidaklah aneh Twitter men jadi tempat pelaku penyalahgunaan di media sosial. Bukan saja karena banyaknya yang melakukan, tetapi respon Twitter juga cenderung lambat dan bahkan tidak melakukan apapun sama sekali atas laporan yang dilakukan oleh pengguna. Survei ini, meskipun sangat kecil dibandingkan dengan pengguna Twitter secara keseluruhan dapat dijadikan gambaran mengapa sangat banyak orang dilecehkan di Twitter dan mengapa konten kebencian melenggang bebas di Twitter.

Sumber: BuzzFeed