Ternyata Facebook Pelanggan Geofeedia

gty_facebook_two_wmain

Minggu lalu sebuah laporan dari ACLU menyebutkan bahwa tiga media sosial besar, yaitu Facebook, Instagram dan Twitter memberikan data mereka ke sebuah layanan media sosial yang berguna untuk melacak demonstran, Geofeedia. Geofeedia sendiri bekerja sama dengan kepolisian dan memberikan data pengguna media sosial tersebut ke polisi.

Ketika hal tersebut terungkap ke publik bahwa polisi menggunakan Geofeedia untuk melacak demonstran, Facebook memotong akses Geofeedia ke data mereka. Namun, Facebook tidak mengatakan bahwa mereka ternyata adalah pelanggan Geofeedia juga.

Tidak adanya pengakuan Facebook bahwa mereka pelanggan Geofeedia tentu mengaburkan kenyataan bahwa mereka bisa memiliki kesempatan untuk memutus akses Geofeedia ke data Facebook lebih awal sebelum diungkap oleh ACLU. Menurut tiga mantan karyawan Geofeedia, Facebook sendiri menggunakan alat dari Geofeedia untuk keamanan perusahaan. Facebook, bahkan menggunakan Geofeedia untuk menangkap penyusup di kantor Mark Zuckerberg.

Geofeedia menyebut dirinya sebagai alat keamanan dan pemasaran yang memungkinkan penegak hukum atau perusahaan swasta untuk mengumpulkan dan mencari suatu peristiwa atau lokasi terkait posting di layanan, termasuk Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube. Penggunaannya oleh penegak hukum terbukti paling kontroversial di mana polisi menggunakan alat ini dengan pengenalan wajah untuk mengidentifikasi pengunjuk rasa yang memiliki waran yang beredar.

Dalam  posting blog bulan April 2015, Geofeedia menggambarkan sebuah kisah sukses dari salah satu klien perusahaan mereka. Sebuah perusahaan media sosial besar yang menggunakan Geofeedia di GSOC -nya [Global Security Operations Center] untuk mengidentifikasi penyusup di (ruangan) kantor CEO-nya. Penyusup berhasil mengambil foto di kantor CEO tersebut dan menguploadnya via ponsel selagi berada di kantor tersebut. Tim keamanan melihat postingan tersebut dan mampu menangkap penyusup beberapa menit setelah memposting foto. Menurut dua orang mantan karyawan Geofeedia, CEO yang dimaksud dalam laporan tersebut adalah Mark Zuckerberg.

Laporan ACLU pekan lalu difokuskan pada penggunaan Geofeedia oleh lembaga penegak hukum secara luas. Dalam email yang diperoleh oleh ACLU, Geofeedia mengatakan bahwa mereka memiliki lebih dari 500 klien. Setelah dihubungi oleh ACLU, Facebook mencabut akses Geofeedia untuk API, baik  Facebook maupun Instagram.

Tentu saja tindakan Facebook ini sangat disayangkan. Facebook mengetahui bahwa Geofeedia jauh hari sebelum diungkap oleh ACLU karena mereka merupakan pelanggan Geofeedia. Facebook pasti mengetahui bahwa Geofeedia bekerja sama dengan penegak hukum sehingga sedari awal memahami risiko privasi yang akan dialami pengguna jika Facebook memberikan akses API kepada Geofeedia. Jika ACLU tidak mengungkapkan hal ini, tentu saja penyerahan data pengguna dari Facebook dan Instagram akan terus berlangsung tanpa diketahui orang lain.

Sumber: The Verge