Troll Internet Ganti Kata Rasis dengan Kode untuk Hindari Sensor

internet-troll

Pengguna media sosial yang suka melakukan pelanggaran dengan memposting tweet abusive, trolling atau hate speech telah membuat kode tertentu untuk memungkinkan mereka menghindari sensor digunakan berbagai media sosial atau internet untuk mencegah penyalahgunaan online. Kode tertentu tersebut digunakan untuk mengganti kata-kata yang diblokir, misalnya untuk gay diganti dengan butterfly dan liberal diganti dengan car salesman.

Raksasa internet Google dan Twitter tengah berjuang keras untuk menciptakan sistem penyaringan yang bisa secara otomatis memblokir postingan yang abusive. Google memiliki program kecerdasan buatan yang dapat menyaring dan secara otomatis memblokir penyalahgunaan dan pelecehan tersebut. Namun para troll tidak tinggal diam dan menyiasatinya dengan membuat kode tertentu untuk menggantikan kata-kata yang diblokir tersebut.

Kode tersebut kemungkinan berasal di situs 4chan, yang sering digambarkan sebagai sisi gelap dari internet. Pada bagian yang membahas Program Jigsaw dari Google yang menangani pelecehan di internet, seseorang berkomentar bahwa sistem tersebut tidak bisa memblokir mereka jika mereka menggunakan kata umum untuk menunjukkan sesuatu rasis.

Beberapa dari mereka yang telah menggunakan kode tersebut menunjukkan dukungan untuk calon presiden AS Donald Trump. Selama diskusi presiden minggu lalu satu pengguna menulis di Twitter:

Trump is not a National Socialist. If he was, he wouldn’t have kids that married Skypes.

Salah satu kode yang cukup populer adalah Skittles untuk menggantikan  kata Muslim. Kata ini merupakan referensi eksplisit kontroversi bulan lalu ketika Trump membandingkan semangkuk Skittles dengan pengungsi Suriah di AS. Hal ini bukan kode rasis pertama yang muncul di media sosial. Sebelumnya, Google memblokir ekstensi Google Chrome yang digunakan untuk memperluas kebencian rasial online terhadap kaum Yahudi.

Untuk diketahui, perusahaan internet seperti Google, Facebook dan Twitter kini tengah berjuang untuk membendung penyalahgunaan pada layanan mereka. Sayangnya penyalahgunaan tersebut tampaknya belum teratasi dan cenderung terus meluas.

Sumber: The Telegraph

Sumber Foto: themodernape.com