Yahoo Diam-diam Pindai Email Pengguna

yahoo-mail-copy-664x374 (1)

Kantor berita Reuters mengatakan bahwa Yahoo secara diam-diam memindai jutaan akun email penggunanya atas nama pemerintah AS. Yahoo dilaporkan membangun perangkat lunak khusus tahun lalu untuk memenuhi permintaan yang diklasifikasikan tersebut. Dalam sebuah pernyataan, Yahoo mengatkan bahwa mereka adalah perusahaan yang taat hukum dan sesuai dengan undang-undang Amerika Serikat.

Tuduhan tersebut muncul kurang dari dua minggu setelah Yahoo mengatakan bahwa hacker telah mencuri data penggunanya yang pada awalnya dilaporkan sebanyak 200 juta akun, namun laporan terakhir menunjukkan lebih dari 500 juta akun. Perlu diketahui, Yahoo kini dalam proses diambil alih oleh Verizon Communications dengan nilai 4,8 miliar dollar AS.

Reuters menurut tiga sumber yang dua di antaranya merupakan mantan pegawai Yahoo, pemindaian email pengguna tersebut diminta, baik oleh Badan Keamanan Nasional (NSA) maupun FBI. Kantor berita tersebut mengatakan bahwa perangkat lunak memindai untuk karakter tertentu dari semua email yang masuk. Reuters menambahkan bahwa mereka tidak dapat menentukan informasi apa yang diserahkan atau jika perusahaan internet lainnya telah menerima permintaan serupa.

Google mengatakan bahwa mereka tidak diminta untuk melakukan pemindaian tersebut. Menurut juru bicara Google, Google tidak pernah menerima permintaan seperti itu, tetapi jika diminta respon Google adalah menolak permintaan tersebut. Microsoft menambahkan bahwa mereka juga tidak pernah terlibat dalam pemindaian rahasia lalu lintas email, sedangkan Facebook kurang lebih mengatakan hal yang sama dan akan menolaknya jika ada.

Reuters juga melaporkan bahwa Yahoo memutuskan untuk tidak melawan permintaan tersebut karena berpikir akan kalah. Reuters menambahkan bahwa beberapa karyawan Yahoo marah oleh keputusan tersebut.

Sumber: BBC