Asuransi Mobil Berbasis Postingan di Facebook

459613-social-networking-facebook-the-internet-myspace-arts-culture-and-entertainment-england-london-england-science-technology-getty-images

Salah satu perusahaan asuransi terbesar di Inggris kini menggunakan media sosial untuk menganalisis kepribadian dari pemilik mobil dan menetapkan harga asuransi mereka. Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini merupakan awal dari sebuah era baru bagaimana perusahaan menggunakan data pribadi secara online dan akan memicu makin panasnya perdebatan tentang privasi.

Admiral Insurance, nama perusanaan asuransi tersebut akan menganalisis akun Facebook dari pemilik mobil pertama kali untuk mencari ciri-ciri kepribadian yang terkait dengan perilaku mengemudi yang aman. Misalnya, orang yang diidentifikasi teliti dan terorganisir dengan baik akan mencetak nilai yang baik.

Perusahaan asuransi tersebut akan memeriksa postingan pengguna Facebook dan sejenisnya, namun tidak foto untuk mencari kebiasaan yang terkait dengan sifat-sifat, termasuk menulis kalimat singkat yang konkret, menggunakan daftar (pertemanan), dan mengatur pertemuan untuk bertemu teman-teman pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan dan bukan hanya yang menyebutkan “malam ini”, misalnya.

Sebaliknya, bukti bahwa pengguna Facebook mungkin terlalu percaya diri, seperti penggunaan tanda seru dan penggunaan kata “selalu (always)” secara teratur atau “tidak pernah (never)” daripada “mungkin (maybe)” akan bertentangan dengan pengguna (merugikan).

Inisiatif ini disebut firstcarquote dan secara resmi rencananya akan mulai digunakan minggu ini, tetapi kemudian ditunda pada menit akhir Selasa malam yang lalu. Inisiatif ini ditujukan untuk sopir atau pemilik yang memiliki mobil untuk pertama kali meskipun siapapun yang memiliki lisensi mengemudi dapat mengajukan. Skema ini bersifat sukarela dan hanya akan menawarkan diskon daripada kenaikan harga, yang bisa bernilai sampai 350 pound setahun.

Pesatnya pertumbuhan media sosial dan teknologi personal telah memberikan perusahaan asuransi dan pengusaha petak data yang dapat diakses untuk menganalisis pelanggan atau karyawan. Nantinya hal ini akan berhadapan dengan privasi pengguna di media sosial. Bila pengguna mengikuti program yang dirancang seperti di atas, tentu mereka harus merelakan sebagian privasi dan keamanan data mereka.

Sumber: The Guardian