Bisakah Tweet Mengungkapkan Jenis Kelamin Secara Tepat?

rsz_retweet

Ketika Anda memposting tweet atau menulis status di Facebook, pilihan kata-kata mengirim dan memberikan kesan kepada orang lain pada semua aspek kehidupan Anda. Namun seringkali kesan tersebut bisa salah, terutama ketika terkait dengan jenis kelamin. Misalnya, jika Anda melakukan tweet tentang teknologi, orang akan menganggap Anda seorang pria, tetapi jika Anda menggunakan kata-kata love atau fashion orang akan berpikir bahwa Anda adalah seorang perempuan.

Dengan menggunakan kecerdasan buatan, para peneliti bisa mengidentifikasi stereotip yang masuk akal dan mana yang salah. Para peneliti yang terdiri dari psikolog sosial dan ilmuwan komputer dari Universitas Pennsylvania, Jerman, dan Australia tersebut mempelajari stereotip yang dibentuk oleh pilihan kata di Twitter. Dalam serangkaian penelitian, peserta diminta untuk membuat asumsi tentang penulis tweet, hanya didasarkan pada apa yang mereka tulis di Twitter.

Para peneliti menemukan asumsi orang sering benar, tetapi ada banyak contoh di mana orang memberikan asumsi yang salah, misalnya, orang beranggapan bahasa teknologi terkait dengan seorang penulis laki-laki. Berdasarkan penelitian tersebut adalah benar bahwa pria memposting tentang teknologi lebih banyak dibandingkan dengan perempuan. Namun, stereotip ini menyebabkan kesimpulan yang salah. Hampir setiap wanita yang memposting tentang teknologi diyakini seorang seorang pria.

Salah satu temuan yang paling menarik dari penelitian ini adalah kenyataan bahwa ketika orang sulit menentukan orientasi politik seseorang, mereka tampaknya kembali ke stereotip gender dengan asumsi bahwa orang yang terdengar feminin adalah orang-orang liberal dan yang terdengar maskulin adalah konservatif.

Penelitian ini tentu sangat menarik. Tweet ternyata tidak bisa mengungkapkan jenis kelamin seseorang secara tepat oleh karena adanya stereotip yang salah. Bahwa pria cenderung banyak melakukan tweet tentang teknologi memang benar, namun bukan berarti setiap yang melakukan tweet teknologi adalah pria. Selain itu, tidak selamanya sesuatu yang terdengar maskulin memiliki orientasi politik konservatif dan yang feminin memiliki orientasi politik liberal.

Sumber: Daily Mail