Facebook Hentikan Pengumpulan Data Pengguna WhatsApp di Seluruh Eropa

2014-11-18-8b-WhatsApp.be937

Setelah memperoleh peringatan agar tidak melanjutkan pengumpulan data pengguna WhatsApp di Jerman dan menghentikan untuk sementara pengumpulan data pengguna WhatsApp di Inggris, Facebook akhirnya memutuskan untuk menghentikan pengumpulan data pengguna WhatsApp di seluruh Eropa.

Financial Times sebagaimana dikutip oleh The Verge melaporkan bahwa Facebook telah berhenti mengumpulkan data pengguna WhatsApp di seluruh Eropa dan tunduk pada tekanan dari pengawas privasi di seluruh Eropa. Pergeseran kebijakan ini berarti bahwa informasi pengguna WhatsApp di Eropa termasuk nomor telepon tidak lagi dibagi ke Facebook. Namun Facebook mengatakan bahwa hal tersebut hanya penghentian sementara selagi hukum terkait membagi data WhatsApp ke Facebook tersebut diperdebatkan.

Facebook mengatakan bahwa mereka berharap untuk melanjutkan pembicaraan rinci dengan UK Information Commissioner’s Office dan pejabat perlindungan data lainnya. Hal tersebut menegaskan bahwa Facebook tetap terbuka untuk bekerja secara kolaboratif untuk menjawab pertanyaan mereka.

Sebagaimana diketahui, Facebook membeli WhatsApp sebesar 19 miliar dollar AS pada tahun 2014 yang lalu , tetapi mulai mengumpulkan data dari pengguna pada bulan Agustus tahun ini. Langkah tersebut menuai  kritik dari otoritas pengumpulan data Eropa di mana 28 di antaranya menandatangani surat terbuka yang dikirim bulan lalu yang mendesak CEO WhatsApp Jan Koum untuk menangguhkan pengumpulan data sampai ada hukum berkekuatan tetap bekerja.

Irish Data Protection Commissioner yang merupakan badan pengawas Facebook di Eropa mengonfirmasi kepada Financial Times bahwa Facebook memang telah menangguhkan pengumpulan data Eropa pekan lalu. Sebelumnya, Facebook telah diperintahkan untuk menghentikan praktik serupa di Jerman dan pemerintah Jerman memutuskan bahwa pengumpulan data aplikasi WhatsApp merupakan pelanggaran hukum perlindungan data nasional Jerman dan juga menuntut agar Facebook menghapus semua data dari 35 juta pengguna WhatsApp di negara tersebut .

Sumber: Financial Times via The Verge, Engadget