Facebook Tolak Tudingan Peran dalam Kemenangan Donald Trump

facebook_trending_050916-1

Facebook harus menghadapi kritik yang menyatakan bahwa berita palsu di Facebook telah membantu kemenangan Donald Trump dalam Pemilu AS beberapa hari yang lalu. Namun tudingan tersebut langsung dibantah pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.

Berbicara di atas panggung di Techonomy, sebuah konferensi teknologi di California, Zuckerberg mengatakan Facebook tidak harus bertanggung jawab atas kemenangan Donald Trump tersebut. Menurutnya, gagasan bahwa berita palsu di Facebook memengaruhi pemilu dengan cara apapun adalah ide yang cukup gila.

Data memperlihatkan bahwa cerita/berita palsu dibagi secara jauh lebih luas pada platform Facebook daripada berita yang ditindaklanjuti kebenarannya sehingga memunculkan klaim bahwa berita palsu tersebut sengaja disebar untuk memengaruhi orang dalam pemilu AS kemarin.

Untuk banyak orang, khususnya orang Amerika, Facebook sudah menjadi sumber utama liputan berita. Bagian dari situs Facebook, yaitu News Feed dirancang khusus untuk menunjukkan kepada pengguna konten yang dianggapnya paling menarik sehingga menciptakan apa yang disebut sebagai saringan gelembung yang memperkuat pandangan seseorang tanpa memperlihatkan pendapat yang berbeda. Dengan demikian, pandangan seseorang tentang satu hal tertentu akan semakin kuat karena News Feed hanya meperlihatkan berita yang seragam dan menghindari tampilan berita yang berbeda pendapat.

Awal tahun ini, Facebook dituduh anti-Trump setelah terbukti moderator manusia mendukung munculnya berita liberal dalam trending stories. Facebook langsung menyangkal tuduhan tersebut, namun kemudian memecat semua anggota tim moderator trending stories dan sepenuhnya bergantung pada algoritma untuk menentukan berita yang terbukti paling populer. Namun sebagai akibatnya, berita yang muncul di timeline dari sejumlah besar pengguna terbukti sama sekali keliru.

Tentu tuduhan peran Facebook dalam kemenangan Donald Trump ini bukan tanpa dasar yang jelas. Hasil penyelidikan sebuah situs, memang ada satu kelompok tertentu yang pro Donald Trump dan berada di luar AS secara terus-menerus membajiri Facebook dengan berita-berita palsu yang tentunya banyak dibaca pengguna Facebook. Oleh karena berita ini tidak dimoderatori oleh manusia, tetapi oleh algoritma, kemungkinan besar berita palsu tersebut menjadi populer dan sangat banyak pengguna yang membacanya serta kemudian akan memperkuat pandangan mereka karena berita yang seragam.

Sumber: BBC

Sumber Foto: CBS