Hati-hati Ada Aplikasi yang Mengumpulkan Nomor Ponsel

byod1

Beberapa aplikasi ternyata menyimpan nomor ponsel dari mantan Perdana Menteri David Cameron, pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, selebriti dan jutaan orang lainnya yang disimpan dalam database yang bisa dicari oleh publik. Meskipun nomor ponsel tersebut tidak dapat diperoleh hanya dengan memasukkan nama, pengawas data di Inggris prihatin tentang cara informasi tersebut dikumpulkan.

Database ini dikumpulkan oleh aplikasi yang menjanjikan untuk memblokir panggilan spam dan memungkinkan pengguna mencari kembali  panggilan dari nomor yang mereka tidak ketahui atau nomor asing. Namun, tampaknya banyak nama-nama dan nomor telepon telah dikumpulkan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Aplikasi tersebut meliputi Truecaller, Sync.me dan CM Security meminta pengguna untuk mengupload daftar kontak telepon mereka ketika pengguna menginstall aplikasi. Dengan cara tersebut aplikasi tersebut bisa mengumpulkan nomor telepon dengan database besar, salah satu aplikasi mengklaim memiliki dua miliar nomor telepon pengguna, sementara aplikasi lainnya mengklaim memiliki lebih dari satu miliar nomor telepon pengguna.

Database ini kemudian dapat dicari untuk menghubungkan nomor telepon dengan nama pengguna meskipun nama pengguna tidak dapat dimasukkan untuk memperoleh nomor telepon tertentu. Pencarian dapat dilakukan di situs penyedia aplikasi tanpa menginstal perangkat lunak. Masalah ini telah disorot oleh Factwire, sebuah organisasi jurnalisme investigasi yang menemukan nomor telepon tokoh terkemuka anggota parlemen Hong Kong.

BBC melaporkan bahwa mereka telah menemukan bahwa banyak nomor Inggris juga tercantum  di database tersebut termasuk dari David Cameron, Jeremy Corbyn, Chris Grayling, penyelam Olimpiade Tom Daley dan produser musik Pete Waterman. Banyak nomor telepn tersebut disimpan dalam database tanpa sepengetahuan atau persetujuan dari pemiliknya.

Sebagai contoh, nomor telepon peneliti keamanan Rik Ferguson dari Trend Micro berada dalam database Truecaller yang berbasis di Swedia. Rik Ferguson mengatakan bahwa dia tidak menginstal aplikasi dan tidak setuju nomor teleponnya disimpan di database. Dia menggambarkan aplikasi yang menyimpan nomor telepon tersebut sangat menipu dan mempertanyakan apakah hal tersebut melanggar peraturan perlindungan data.

Sumber: BBC