Jumlah Orang yang Melihat Foto Pelecehan Anak Meningkat

 

rsz_child-pornography-german-crete

Pelecehan seksual anak online merupakan salah satu kasus yang sangat banyak dan terus tumbuh di internet. Baru-baru ini National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC), sebuah badan amal perlindungan anak di Inggris memperkirakan lebih dari setengah juta orang yang melihat foto pelecehan seksual anak online. NSPCC juga menyerukan rencana aksi yang kuat untuk memotong pasokan konten pelecehan seksual anak online tersebut.

Home Office departemen yang bertanggung jawab terkait hal ini mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan penegak hukum, perusahaan dan organisasi sukarela untuk membasmi eksploitasi anak secara online.

Dalam lima tahun terakhir jumlah pelanggar yang melihat foto pelecehan seksual anak online yang dicatat oleh polisi di bawah undang-undang Vulgar Publications Act telah naik lebih dari dua kali lipat di Inggris, mencapai total 8.745 pada tahun 2015.

Namun, NSPCC percaya jumlah sebenarnya jauh lebih besar. Dengan menerapkan temuan dari studi penduduk Jerman yang meneliti minat seksual laki-laki pada anak-anak yang dilaporkan sendiri dan diterapkan untuk skenario di Inggris, badan amal tersebut memperkirakan setengah juta orang di Inggris yang telah melihat gambar pelecehan seksual anak online. Hal ini didasarkan pada perkiraan populasi pengguna internet laki-laki berusia 18 hingga 89 tahun yang jumlahnya mencapai 21.630.000. Jumlah ini jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Pada tahun 2013 diperkirakan sekitar 50.000 individu yang berbasis di Inggris terlibat dalam men-download dan berbagi foto tidak senonoh anak-anak. Bulan lalu, kepala polisi mengatakan bahwa mereka khawatir jumlah tersebut mungkin telah meningkat secara signifikan sejak saat itu dengan satu laporan memperkirakan sampai dengan 100.000 individu.

Di Indonesia tentu saja kasus pelecehan seksual anak online bukan tidak ada. Para predator anak justru dikabarkan menjadikan Indonesia sebagai basis berburu mangsa karena lemahnya hukum dan pengguna internet yang jauh dari terdidik. Tentu saja kita berharap usaha membasmi predator anak online dan mereka yang berbagi foto pelecehan seksual anak online di Indonesia digiatkan oleh semua pihak yang peduli dengan keselamatan anak online.

Sumber: BBC