Kacamata Motif Kulit Penyu Kalahkan Facial Recognition Technology

facial-recog-640x360

Salah satu serangan hebat terhadap privasi adalah teknologi pengenalan wajah atau facial recognition technology. Namun bukan berarti teknologi ini tidak bisa dikelabui atau bahkan dikalahkan. Baru-baru ini, sebuah tim peneliti dari Carnegie Mellon University di Pittsburgh telah menciptakan kacamata yang dapat mencegah pemakai dari diidentifikasi oleh sistem pengenalan wajah atau bahkan menipu teknologi tersebut sehingga mengidentifikasi mereka sebagai individu yang sama sekali tidak berhubungan.

Dalam tulisan mereka yang berjudul Accessorize to a Crime: Real and Stealthy Attacks on State-of-the-Art Face Recognition yang dipresentasikan pada konferensi Computer and Communications Security 2016, para peneliti mempresentasikan sistem mereka yang mereka gambarkan sebagai physically realisable dan serangan inconspicuous terhadap sistem biometrik wajah yang dirancang secara eksklusif untuk mengidentifikasi individu tertentu.

Serangan ini bekerja dengan mengambil keuntungan dari perbedaan bagaimana manusia dan komputer memahami wajah. Dengan mengubah piksel dalam gambar secara selektif sehingga memungkinkan membuat gambar wajah manusia sebagian besar tidak berubah, sedangkan sistem flummoxing pengenalan wajah mencoba untuk mengkategorikan orang dalam gambar.

Para peneliti menyadari bahwa kacamata besar, (tetapi tidak terlalu besar) bisa bertindak untuk mengubah piksel bahkan dalam foto yang nyata. Dengan memilih sepasang rangka kacamata yang geek dengan rims relatif besar, para peneliti mampu untuk mengaburkan sekitar 6,5% dari piksel dalam gambar wajah yang diberikan. Kemudian membuat pola kulit penyu di atas frame kacamata tersebut yang kemudian memiliki efek memanipulasi gambar.

Hasil akhirnya mengesankan. Kacamata mampu menipu, baik perangkat lunak pengenal wajah komersial seperti Face++ demikian juga model yang dilatih lebih spesifik secara eksklusif terhadap lima peneliti dan lima selebriti. Hanya dengan sepasang kacamata di wajah mereka, para peneliti berhasil mencegah perangkat lunak mengenali wajah mereka sama sekali, serta meniru satu sama lain, termasuk selebriti Milla Jovovich dan Carson Daly.

Sumber: The Guardian