Malware Serang Mesin ATM

malware_291722322390_640x360_0-100257169-primary.idge

Sebuah perusahaan cyber security Rusia telah mengeluarkan peringatan tentang serentetan serangan jarak jauh terkoordinasi pada mesin ATM bank. Menurut perusahan  cybersecurity Rusia, Group IB, hack yang dilakukan terhadap sistem bank yang terpusat telah membuat sekelompok mesin ATM mengeluarkan uang secara bersamaan. Proses tersebut dikenal sebagai jackpotting touchless. Mesin ATM tidak dirusak secara fisik, tetapi pencuri telah menunggu untuk mengambil uang tunai di ATM. Negara yang terkena dampak termasuk Armenia, Estonia, Belanda, Polandia, Rusia, Spanyol dan Inggris.

Dmitriy Volkov dari Grup IB mengatakan kepada BBC serangan yang sukses bisa membuat pelaku memperoleh uang sampai dengan 400.000 dollar AS pada satu  kali serangan. Ia mengatakan bahwa telah melihat serangan tersebut di Rusia sejak 2013. Ancaman tersebut sangat berbahaya. Para penyerang mendapatkan akses ke jaringan sistem internal bank dan informasi penting sehingga memungkinkan mereka untuk merampok bank. Dua produsen mesin uang (ATM), Diebold Nixdorf dan NCR Corp mengatakan bahwa mereka menyadari ancaman tersebut.

Sementara itu, sebuah laporan terbaru oleh Europol memperingatkan munculnya mesin tunai atau ATM yang terkait malware, meskipun skimming atau menggunakan hardware untuk mencuri informasi kartu di mesin itu sendiri masih lebih umum. Alan Woodward ahli keamanan dunia maya dari Surrey University mengatakan bahwa metode baru sedang dilakukan dengan cara mendapatkan akses ke sistem pusat bank dan menginfeksi seluruh ATM secara bersamaan sehingga bisa melipatgandakan jumlah uang yang dapat dicuri dalam waktu singkat. Oleh karena penjahat mengumpulkan uang tunai secara pribadi hal tersebut membuat kejahatan lebih sulit untuk dilacak.

Ia menambahkan bahwa cara klasik untuk memecahkan kejahatan keuangan online adalah dengan follow the money, tetapi ketika tidak dapat lagi melakukan hal ini, sangat sulit untuk mengetahui siapa yang ada di belakang kejahatan tersebut meskipun bukti menunjukkan adanya kelompok yang sangat terbatas yang sudah mulai melakukan tindak kejahatan jenis tersebut.

Sumber: BBC