Twitter Rilis Fitur Mute

twitter-layoffs

Interaksi di Twitter sering disebut sangat bising. Salah satu sebab adalah pengguna tidak memiliki kemampuan atau tool untuk membungkam/mute kata kunci, tagar, frase dan akun tertentu. Selain itu, di Twitter sangat banyak ditemukan penyalahgunaan layanan dengan adanya hate speech, pelecehan, tweet rasis dan banyak lainnya. Hal ini mendorong Twitter merilis fitur baru, yaitu mute meskipun cukup terlambat karena butuh waktu sembilan tahun bagi Twitter untuk merilis fitur yang sebenarnya sudah ada di Twitter client yang lain, yaitu TweetDeck.

Menurut Twitter, fitur yang mereka rilis tersebut merupakan fitur yang banyak diminta pengguna saat ini. Membungkam percakapan mempunyai dua tujuan, pertama pengguna yang tweet-nya viral tidak harus berurusan lagi dengan ribuan balasan dari orang asing dan yang kedua bila pengguna terjebak dalam percakapan yang tidak berkesudahan di antara orang-orang yang mereka tidak tahu akan dapat keluar secara diam-diam dari percakapan tersebut.

Fitur mute tersebut merupakan bagian yang lebih luas dari Twitter untuk melawan tuduhan bahwa mereka tidak tertarik untuk berurusan dengan masalah pelecehan pada layanan mereka sendiri. Bersamaan dengan opsi mute tersebut, Twitter juga telah meningkatkan pilihan bagi pengguna untuk melaporkan hate speech dan juga meningkatkan alat internal dan pelatihan untuk lebih efektif menangani konten yang dilaporkan.

Twitter mengatakan bahwa kebijakan perilaku kebencian mereka melarang perilaku tertentu yang menargetkan orang-orang berdasarkan ras, etnis, asal kebangsaan, orientasi seksual, jenis kelamin, identitas gender, agama, usia, cacat, atau penyakit. Twitter memberikan cara yang lebih langsung untuk melaporkan jenis perilaku untuk diri sendiri atau untuk orang lain, setiap kali pengguna melihat hal tersebut terjadi. Hal ini  akan meningkatkan kemampuan Twitter untuk memproses laporan tersebut sehingga membantu mengurangi beban orang yang mengalami pelecehan.

Twitter mengatakan jumlah penyalahgunaan, intimidasi, dan pelecehan yang terjadi di internet telah meningkat tajam selama beberapa tahun terakhir. Perilaku ini menghambat orang untuk berpartisipasi di Twitter atau di mana saja. Perilaku kasar menghilangkan kesempatan untuk melihat dan berbagi semua perspektif terhadap isu tertentu yang dipercaya Twitter sangat penting untuk menggerakkan kemajuan. Dalam kasus terburuk, perilaku ini mengancam martabat manusia yang seharusnya semua harus berdiri bersama-sama untuk melindungi.

Meskipun bisa dikatakan terlambat, namun tambahan fitur mute ini dan cara pelaporan yang lebih mudah serta peningkatan alat-alat internal Twitter untuk menangani laporan tetap diapresiasi. Ke depannya diharapkan Twitter bisa lebih serius menanggapi laporan pengguna agar alat yang diberikan tidak mubazir.

Sumber: Dirangkum dari Twitter dan The Guardian