Aplikasi Ini Bisa Ungkap Identitas Seseorang dengan Cara Memindai Wajah

facial-recognition-hcso

Sebuah alat baru bisa menjadi alat yang berguna untuk mengidentifikasi orang, namun sebaliknya juga bisa mengakhiri anonimitas. Sebuah perusahaan Inggris telah menciptakan teknologi yang dapat mengidentifikasi siapa seseorang dengan cara memindai wajah mereka.

Sebuah start up augmented-reality dengan nama Blippar telah menambahkan fitur tersebut ke aplikasi yang memungkinkan siapa pun untuk mengarahkan kamera ponsel mereka ke seseorang dan melihat apakah foto orang tersebut cocok dengan wajah yang ada di database. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa fitur tersebut merupakan fitur yang paling diminta untuk aplikasi yang bisa digunakan untuk memindai dan mengidentifikasi objek dunia nyata seperti makanan dan bangunan.

Fitur pindai wajah tersebut telah diluncurkan dengan daftar 70.000 tokoh publik seperti politisi, musisi dan tokoh olahraga. Anggota masyarakat akan segera dapat menambahkan wajah mereka sendiri untuk aplikasi dengan memindai dari sudut yang berbeda. Aplikasi ini dapat mengidentifikasi seseorang dalam kehidupan nyata, jadi jika Anda tidak mengenali selebriti yang Anda lihat di jalan Anda dapat mengarakan telepon ke mereka, bisa juga ke foto atau surat kabar. Ketika aplikasi mengetahui seseorang, aplikasi tersebut akan memberikan informasi seperti nama dan berbagai detail biografi lainnya yang mana masing-masing pengguna dapat mengedit di profil mereka.

Blippar menekankan bahwa database wajah akan ditambahkan secara ketat berbasis opt-in sehingga orang tidak dapat ditambahkan ke aplikasi sekehendak mereka dan 70.000 tokoh masyarakat akan dapat menghapus diri mereka jika mereka menginginkan hal tersebut. Ambarish Mitra, CEO Blippar, mengatakan bahwa hal tersebut adalah cara baru, unik dan menyenangkan untuk menunjukkan siapa Anda dan belajar lebih banyak tentang orang lain.

Namun demikian fitur ini dikritik dengan alasan privasi. Frederike Kaltheuner dari Privacy International mengatakan bahwa memberikan teknologi pengenalan wajah real time ke tangan publik bukan hanya menyeramkan, tetapi juga merupakan langkah menuju erosi lengkap anonimitas di ruang publik.

Tentu saja apa yang dikhawatirkan oleh Privacy International tersebut sangat beralasan. Bila setiap orang bisa memindai wajah orang lain dengan sebuah aplikasi real time, privasi orang yang dipindai tersebut bisa diserang dari segala sisi. Aplikasi ini mampu memberikan informasi real time tentang nama dan identitas lainnya sehingga hal ini merupakan serangan nyata terhadap privasi seseorang. Tidak semua orang ingin dipindai. Apalagi bila hasil pindaian tersebut bisa mengungkapkan jati diri mereka.

Sumber: The Telegraph