Qatar Blok Akses ke Situs Doha News

censorship

Sebuah outlet berita berbahasa Inggris yang populer di Qatar mengatakan bahwa akses ke situs mereka telah diblokir oleh pemerintah Qatar. Tindakan ini merupakan bagian nyata dari tindakan sensor pemerintah Qatar. Doha News nama situs berita tersebut mengatakan kedua penyedia layanan internet negara di negara Teluk tersebut telah mencegah pembaca mencapai situs sejak hari Rabu minggu lalu. Doha News kemudian membuat domain lain, tetapi juga berhenti bekerja atau down.

Doha News menyimpulkan bahwa website mereka telah sengaja ditargetkan. Namun sejauh ini belum ada komentar dari ISP atau pemerintah Qatar. Untuk diketahui, Qatar telah menikmati reputasi sebagai pusat kebebasan media, karena menjadi sumber pendanaan dan hosting dari jaringan berita Al Jazeera. Namun, tahun lalu pihak berwenang Qatar menahan dua kelompok wartawan asing dari BBC dan West German Broadcasting karena mereka berusaha melaporkan perlakuan terhadap pekerja migran karena Qatar sedang mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia sepak bola pada tahun 2022.

Doha News telah beroperasi selama hampir delapan tahun dan mengatakan bahwa mereka memiliki audiens hampir satu juta pengguna unik per bulan. Dalam pernyataan yang dimuat di situsnya, Doha News mengatakan domainnya menjadi tidak dapat diakses untuk sebagian besar pengguna secara online di Qatar setelah diblokir secara bersamaan oleh dua ISP, yaitu  Ooredoo dan Vodafone. Selagi mereka memasukkan permintaan informasi dari pihak berwenang, kunjungan pembaca dialihkan ke domain alternatif. Namun, domain baru teersebut juga tidak dapar diakses. Dengan perkembangan tersebut dan kebisuan pemerintah dan penyedia ISP, Doha News hanya dapat menyimpulkan bahwa website mereka telah sengaja ditargetkan dan diblokir oleh otoritas Qatar.

Kantor berita AFP mencatat bahwa Doha News menurunkan editorial dua bulan lalu yang menyatakan bahwa hukum cybercrime Qatar sedang digunakan untuk membungkam orang. Pada bulan Agustus mereka menerbitkan sebuah artikel tentang tantangan menjadi gay di Qatar di mana sodomi bisa dihukum dengan satu sampai tiga tahun penjara dan Muslim yang melakukan seks di luar nikah dapat dihukum cambuk atau bahkan kematian.

Sumber: BBC