Sebanyak 20% Orang Amerika Mengalami Kelebihan Informasi

t1larg-information-overload

Pew Research Center melaporkan bahwa sebanyak 20% dari orang dewasa Amerika merasakan beban informasi yang berlebihan. Menurut Pew Research Center, sebagian besar orang Amerika tidak merasa bahwa informasi yang berlebihan adalah masalah bagi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa lebih sedikit orang Amerika merasa kelebihan informasi saat ini dibandingkan dengan tahun 2006, di mana ketika itu angkanya mencapai 27%. Selanjutnya, 77% orang dewasa AS mengatakan mereka seperti memiliki begitu banyak informasi di ujung jari mereka.

John Horrigan dari Pew Research Center menyakan bahwa angka tersebut cukup mengejutkan dan jumlahnya telah jatuh cukup substansial dalam dekade terakhir. Dia memperkirakan bahwa penurunan orang yang melaporkan informasi yang berlebihan adalah karena peningkatan ketersediaan alat akses digital seperti komputer tablet, smartphone dan broadband. Ia menambahkan bahwa meskipun ada arus informasi yang lebih besar saat ini, namun fakta bahwa orang memiliki alat lebih banyak untuk membantu sehingga memungkinkan mereka untuk menghadapinya.

Ia menjelaskan bahwa rasa banjir informasi diperburuk oleh kesenjangan digital. Mereka yang lebih mungkin untuk merasa informasi yang berlebihan memiliki teknologi lebih sedikit dan lebih miskin, kurang terdidik dan lebih tua. Hal ini dibuktikan oleh data di mana sebanyak 45% orang yang hanya tamatan SMA kadang-kadang merasa stres tentang jumlah informasi yang mereka harus ikuti, dibandingkan dengan 39% dari mereka dengan gelar sarjana atau lebih. Demikian pula, 47% dari mereka yang pendapatan rumah tangga kurang dari 30.000 dollar AS kadang-kadang merasa stres dengan informasi yang mereka harus lacak dibandingkan dengan 39% dari mereka yang berpenghasilan lebih dari 75.000 dollar AS.

Masalahnya menjadi lebih akut dalam situasi tertentu ketika lembaga seperti bank, instansi pemerintah atau sekolah memaksakan tuntutan informasi tinggi. Ada banyak anggota masyarakat yang tidak memiliki berbagai alat yang cukup untuk menghadapi arus informasi. Mereka adalah orang-orang yang merasa stres. Hal ini menunjukkan bahwa lembaga seperti bank mungkin harus lebih sabar dengan bagian tertentu dari populasi yang mungkin secara digital tidak canggih.

Jonathan Leptospira, penulis Overload mengatakan bahwa informasi yang berlebihan adalah momok yang mengerikan bagi masyarakat modern. Masalah ini telah menyebabkan orang kehilangan kemampuan mereka untuk mengelola pikiran dan ide-ide, kontemplasi, dan bahkan mengungkapkan alasan dan berpikir. Leptospira percaya bahwa masalah ini semakin buruk dan saat ini kelebihan informasi tersebut digambarkan oleh epidemi berita palsu. Menurutnya hal tersebut adalah masalah informasi yang berlebihan. Ada begitu banyak informasi di luar sana yang orang tidak lagi mampu membedakan antara informasi yang sah dan berita palsu.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: CNN