China Perintahkan Apps Store untuk Melakukan Registrasi

Regulator internet China telah memerintahkan toko aplikasi mobile untuk mendaftarkan diri dengan segera. The Cyberspace Administration of China (CAC) mengatakan langkah tersebut akan membantu mempromosikan perkembangan yang sehat dan tertib dari mobile internet.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar (sekitar 90% lebih) smartphone di negara China berbasis Android, tetapi Google tidak mengoperasikan Play Store secara lokal karena disensor oleh pemerintah China, yang berarti pengguna di China  harus pergi ke tempat lain untuk memasang aplikasi atau perangkat lunak. Hal ini membuat pengguna di China sangat rentan serangan seperti malware karena toko aplikasi tersebut tidak seperti Google Play yang memberikan perlindungan terhadap aplikasi jahat. Sebuah laporan tahun lalu menyebutkan bahwa banyaknya toko aplikasi ini terkait dengan penyebaran malware.

Cheetah Mobile Security, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing melaporkan bahwa sebanyak 1,4 juta lebih perangkat mobile di China telah terkena infeksi per Januari 2016 sehingga menjadikan China sebagai negara yang paling menderita serangan, sementara India dan Indonesia berada di tempat kedua dan ketiga.

Menurut CAC alasan mengapa  negara-negara tersebut telah menjadi negara yang paling parah terkena serangan adalah bahwa pasar aplikasi pihak ketiga berlaku di negara-negara tersebut dan sebagian besar dari pasar aplikasi pihak ketiga telah terkontaminasi oleh malware karena lemahnya monitoring. CAC mengatakan registrasi tersebut juga dimaksudkan untuk mengatasi publikasi informasi ilegal.

Apa yang diperintahkan CAC ini mengikuti upaya sebelumnya untuk menyensor apa yang muncul secara online, termasuk permintaan baru-baru kepada Apple Inc. untuk menghapus aplikasi The New York Times dari iOS App Store versi China.

Karena tidak adanya Google Play Store, pengguna Android di China biasanya pergi ke toko-toko yang dioperasikan oleh raksasa teknologi lokal termasuk Tencent, Xiaomi, Baidu dan Huawei. Namun, perusahaan cybersecurity Jepang Trend Micro telah mencatat bahwa beberapa warga China juga pergi ke toko aplikasi yang kurang aman khusus untuk menemukan aplikasi yang tidak tersedia di tempat lain.

Pemberitahuan CAC ini tidak menentukan langkah-langkah apa yang diperlukan untuk memastikan semua pasar aplikasi mendaftarkan diri dan mengawasi isinya sesuai dengan keinginannya. Menurur analis, langkah ini cocok untuk gambaran yang lebih luas dari meningkatkan kontrol pemerintah China atas arus informasi di internet.

Dalam mengumumkan pemberitahuan tersebut pihak berwenang telah mengakui bahwa aplikasi mobile seperti situs internet telah menjadi pembawa informasi utama dan menyajikan tantangan ke pengawas internet China. Banyak aplikasi mobile lokal China diyakini mengandung celah keamanan. Namun pihak berwenang China jelas khawatir bahwa mereka mungkin menawarkan cara untuk menghindari Great Firewall untuk memungkinkan pengguna mengakses situs-situs dan informasi yang dianggap subversif.

Sumber: BBC