FAA Denda Operator Drone US $200 Ribu karena Penerbangan Ilegal

Sebuah perusahaan fotografi dengan menggunakan drone dan telah menjadi subjek berprofil tertinggi dari upaya penegakan hukum penerbangan oleh regulator AS pada pesawat tak berawak telah setuju untuk membayar denda 200.000 dollar AS untuk menyelesaikan kasus tahun 2015.

Federal Aviation Administration mengatakan dalam sebuah rilis bahwa SkyPan International Inc. yang situsnya masih menampilkan foto udara dari daerah perkotaan di mana penerbangan pesawat tak berawak atau drone dilarang tanpa izin khusus, telah membuat 65 penerbangan antara tahun 2012 hingga 2014 di wilayah udara di atas kota termasuk New York.

Perusahaan tersebut juga setuju untuk membayar sebanyak lebih dari 300.000 dollar AS jika melanggar kesepakatan yang mereka sepakati dengan FAA. Rilis FAA juga mengungkapkan bahwa SkyPan akan bekerja dengan agensi untuk membuat tiga iklan layanan masyarakat tahun depan.

Kesepakatan tersebut mengurangi hukuman denda senilai 1,9 juta dollar AS yang awalnya diusulkan oleh FAA ketika membawa kasus ini pada bulan Oktober 2015. Meskipun tidak mengakui atau tidak menyanggah tuduhan bahwa SkyPan beroperasi komersial yang bertentangan dengan peraturan FAA, SkyPan ingin menyelesaikan masalah tanpa beban lebih lanjut atau penundaan bisnis.

Pada saat kasus ini dibawa, FAA tengah berjuang untuk mengontrol pasar pesawat tak berawak sipil/drone sipil yang berkembang pesat. Beberapa operator telah menantang hak hukum FAA untuk mengatur pesawat tak berawak kecil dan puluhan ribu perangkat yang dijual kepada konsumen.

Sumber: Bloomberg