Internet Tidak Dirancang untuk Anak-anak

Anne Longfield dari Komisaris Anak Inggris beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa anak-anak tidak siap menghadapi layanan yang mereka ikut mendaftar di internet dan sering memberikan informasi pribadi. Anak-anak juga tidak tahu bagaimana data mereka sedang digunakan karena syarat dan ketentuan layanan yang sangat sulit untuk dimengerti anak-anak. Dia mengatakan bahwa internet tidak dirancang untuk anak-anak meskipun saat ini mereka merupakan pengguna terbesar.

Tentunya sangat menarik untuk membahas hal tersebut. Internet memang tidak dirancang untuk anak-anak, namun kini sebagian besar penggunanya adalah anak-anak. Layanan seperti Facebook atau Instagram memiliki persyaratan umur di mana anak-anak di bawah 13 tahun tidak bisa menggunakannya. Namun yang kita lihat adalah anak-anak usia di bawah 13 tahun, bahkan baru berumur 5-7 tahun sudah memiliki akun Facebook.

Ini patut menjadi perhatian semua pihak, terutama orang tua, guru dan pemerintah. Melarang anak-anak untuk mengakses konten di internet rasanya mustahil. Orang tua kini tidak bisa lagi memberikan larangan karena cukup banyak faktor yang pada akhirnya membuat anak bisa mengakses internet. Terlebih ada kecenderungan orang tua memberikan akses internet kepada anak tanpa pengawasan yang sepadan.

Pemerintah juga tidak memiliki program serius untuk melindungi anak di internet. Pemerintah cenderung berlepas tangan dan menyerahkan keamanan anak di internet ke individu atau orang tua. Kalau pun ada, usaha tersebut parsial dan bukan sebuah program nasional untuk menyelamatkan anak di internet.

Oleh karena internet tidak dirancang untuk anak-anak, anak-anak akan dengan mudah sekali terpengaruh konten negatif atau mengonsumsi konten dewasa. Terlebih di internet kini berkembang berbagai kejahatan terhadap anak seperti bullying, pelecehan seksual terhadap anak-anak, dan berbagai kejahatan terhadap anak lainnya. Anak-anak tidak akan bisa membela diri mereka terhadap kejahatan tersebut. Terlebih lagi, sepertinya ada pembiaran anak-anak berjuang sendiri di internet oleh orang tua mereka.

Untuk itulah, orang tua perlu memahami bahwa ketika anak-anak mengakses internet, mereka berada di posisi yang sangat lemah dan bisa dengan mudah dimangsa oleh predator. Orang tua harus bisa membatasi akses anak terhadap internet, mendampingi mereka ketika mereka mengakses internet dan mengawasi penggunaan perangkat untuk mengakses internet.

Tentunya pembatasan tersebut dilakukan sebaik mungkin. Orang tua harus berdiskusi dengan anak, mengajarkan kepada mereka baik-buruknya internet, dan memberikan mereka pengetahuan yang cukup agar bisa memilih dan memilah konten dengan baik. Anak-anak harus diberikan dasar yang cukup sebelum mereka bisa mengakses internet agar mereka bisa membela diri mereka atas peristiwa yang tidak diharapkan dan mereka juga harus ditanamkan sikap yang baik agar bisa bergaul di dunia internet dengan baik.