Jaringan Akun Palsu dalam Jumlah Besar Ditemukan di Twitter

Sejumlah akun Twitter palsu dalam jumlah yang sangat besar baru-bari ini ditemukan oleh peneliti Inggris. Jumlah akun palsu tersebut lebih dari 350 ribu akun dan jika ditelusuri lebih lanjut jumlahnya mungkin lebih besar lagi.

Para peneliti Inggris secara tidak sengaja menemukan jaringan akun palsu tersebut saat menyelidiki bagaimanana pengguna menggunakan layanan Twitter. Beberapa akun telah digunakan untuk follower palsu, mengirim spam dan meningkatkan minat dalam trending topics.

Bot adalah akun yang dijalankan dari jarak jauh oleh seseorang yang mengotomatiskan pesan yang mereka kirim dan aktivitas yang mereka lakukan. Beberapa orang membayar untuk mendapatkan bot untuk mengikuti akun mereka atau untuk meramaikan perbincangan tentang subyek yang kontroversial.

Juan Echeverria, seorang ilmuwan komputer di UCL yang mengungkap jaringan besar bot tersebut mengatakan adalah sulit untuk menghitung seberapa banyak pengguna Twitter yang merupakan bots secara tepat. Penelitian yang dilakukannya dimulai dengan menyisir akun melalui sampel 1% dari pengguna Twitter untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana orang menggunakan jaringan sosial Twitter.

Namun, analisis dari data yang diperoleh mengungkapkan beberapa hasil yang aneh ketika diperiksa lebih lanjut dan tampaknya mengungkapkan banyak akun terkait yang menunjukkan satu orang atau satu kelompok menjalankan botnet. Akun ini tidak bertindak seperti bot sebagaimana ditemukan peneliti lainnya, tetapi jelas bukan dijalankan oleh manusia.

Penelitiannya menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya untuk menemukan bot tidak menemukan jenis jaringan bot ini karena mereka bertindak berbeda dibandingkan dengan akun otomatis pada umumnya. Para peneliti kini meminta pengguna melalui situs dan akun Twitter untuk melaporkan bot yang mereka temukan untuk membantu mendapatkan ide yang lebih baik tentang bagaimana mereka lazimnya. Banyak bot memiliki ciri yang jelas karena mereka baru saja dibuat, memiliki sedikit follower, memiliki nama pengguna yang aneh dan sedikit konten dalam pesan.

Jaringan dari 350.000 bot tersebut berdiri karena semua akun di dalamnya berbagi beberapa karakteristik yang mengungkapkan mereka saling terkait, seperti  tweet berasal dari tempat-tempat di mana tidak ada kehidupan, pesan yang diposting hanya dari ponsel Windows serta hampir secara eksklusif mengambil kutipan dari novel Star Wars.

Dr Shi Zhou, seorang dosen senior dari UCL yang mengawasi penelitian Echeverria mengatakan penemuan tersebut menakjubkan dan mengejutkan. Mengingat semua upaya sudah ada dalam mendeteksi bot, adalah menakjubkan bahwa masih bisa ditemukan begitu banyak bot, lebih dari penelitian sebelumnya.

Twitter pantas memperolah pujian karena menemukan dan menghilangkan bot, tetapi jelas bahwa hacker yang lebih terampil telah menemukan cara untuk menghindari pemeriksaan resmi dan menjaga bot makin berperan. Dua penelitian terbaru telah mengungkap jaringan yang lebih besar dari bot yang tampaknya mencakup lebih dari 500.000 akun.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Rappler