Pekerja di Prancis Punya Right to Disconnect

Mulai tanggal 1 Januari 2017, para pekerja Prancis memperoleh hak baru dalam hubungannya dengan pekerjaan mereka. Mulai tanggal tersebut, pemerintah Prancis meminta jaminan kepada perusahaan dengan pekerja lebih dari 50 orang untuk memberikan hak terputus dari teknologi agar para pekerja tidak lagi memeriksa email di saat mereka libur.

Langkah ini dimaksudkan untuk mengatasi apa yang disebut sebagai budaya kerja always-on yang telah menyebabkan lonjakan lembur tidak dibayar dengan memberikan karyawan fleksibilitas untuk bekerja di luar kantor. Selain itu, terlalu sering menggunakan perangkat digital juga bisa membuat pekerja burnout hingga sulit tidur serta masalah hubungan karena sebagian besar pekerja terus-menerus menggunakan perangkat digital tersebut.

Aturan baru tersebut diperkenalkan oleh menteri perburuhan Prancis, Myriam El Khomri yang terlibat dalam penyusunan sebuah laporan yang dipublikasikan pada bulan September 2015 yang memperingatkan tentang dampak kesehatan dari kegemukan informasi yang menimpa banyak tempat kerja. Di bawah aturan baru tersebut perusahaan akan diwajibkan untuk bernegosiasi dengan karyawan untuk menyetujui hak-hak mereka untuk mematikan (perangkat digital) dan cara mereka mengurangi intrusi kerja ke dalam kehidupan pribadi mereka. Jika kesepakatan tidak dapat dicapai, perusahaan harus menerbitkan pemberitahuan yang akan secara eksplisit menyatakan tuntutan dan hak-hak karyawan di luar jam kerja.

Untuk diketahui, sebuah studi yang diterbitkan oleh kelompok riset Prancis Eleas pada bulan Oktober 2016 menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga pekerja Perancis menggunakan perangkat mereka untuk melakukan pekerjaan di luar jam kerja setiap hari. Sekitar 60% dari pekerja mendukung peraturan untuk memperjelas hak-hak mereka dalam hubungannya dengan penggunaan perangkat di luar jam kerja tersebut.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: Extreme Tech