Pemerintah Kesulitan Mempertahankan Kepercayaan Warga

Di zaman kemajuan internet dan media sosial, terdapat satu sisi yang kesulitan untuk mengejar ketertinggalan, yaitu sektor pemerintah. Internet dan media sosial khususnya telah membuat pemerintah berjuang untuk mempertahankan kepercayaan warganya. Hal ini merupakan fakta yang ditemukan dalam sebuah studi unik baru-baru ini.

Studi tersebut mencakup 40 negara dan merupakan review internasional pertama untuk mengungkapkan seberapa besar pemerintah merasa kehilangan kendali dan otoritas atas komunikasi. Suvei menunjukkan bahwa pemerintah terguncang oleh ketidakpercayaan publik  secara kolektif dan berjuang untuk mengikuti bagaimana pemilih yang modern mengumpulkan informasi dan membentuk opini mereka. Munculnya berita palsu, penyebaran berita yang disengaja tidak akurat, hanya memperdalam krisis.

Studi tersebut merupakan sintesis dari tanggapan lebih dari 300 orang pimpinan komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan iklan dan strategi WPP dan dikendalikan oleh sebuah dewan penasihat global yang mencakup Australia, Eropa, Asia dan Amerika, termasuk akademisi terkemuka dan praktisi dalam komunikasi, bisnis dan sektor publik.  Studi menemukan menyusutnya kekuasaan yang memusat (pemerintah) dan ketidakmampuannya untuk berkomunikasi secara efektif telah memicu populisme, radikalisasi dan ekstremisme.

Menurut studi tersebut, ketika orang-orang merasa diabaikan, tidak didengar dan tidak terwakili mereka beralih ke sumber informasi alternatif. Jika pemerintah tidak berkomunikasi dengan warganya dengan baik, warga akan pergi ke tempat lain untuk informasi.

Studi yang diberi judul Leader’s Report: The Future of Government Communications menemukan bahwa internet telah melonggarkan cengkeraman sejarah dan kolektif pemerintah pada kepercayaan. Hal ini telah mengubah peran pemerintah sebagai penyedia informasi. Sosial media telah menciptakan echo chamber informasi daripada menyaring pandangan dan komentar yang berlawanan.

Perubahan pada media, utamanya karena munculnya media sosial, telah menyebabkan menyusutnya pemusatan. Kelompok tertentu dapat membangun diri secara efektif dalam oposisi terhadap pemerintah dengan sangat sedikit sumber daya. Kelompok tersebut tidak memerlukan checks and balances seperti yang diperlukan oleh pemerintah sebelum mereka merespon.

Sumber: The Guardian