Penggunaan Layar Moderat, Sejahterakan Remaja

Sebuah studi tentang waktu layar dan kesejahteraan mental di kalangan remaja telah menyarankan penggunaan moderat perangkat mungkin bermanfaat dalam dunia terhubung (seperti sekarang ini). Para peneliti mengumpulkan data yang dilaporkan sendiri dari sebanyak 120.000 anak Inggris usia 15 tahun tentang kebiasaan perangkat digital mereka.

Mereka menemukan sebuah efek Goldilocks di mana penggunaan perangkat selama beberapa jam tampaknya dapat meningkatkan kesejahteraan mental. Salah seorang psikolog perkembangan menerima hasil penelitian tersebut, namun mengatakan masih ada ruang untuk studi lebih lanjut.

Menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal  Psychological Science tersebut keterlibatan moderat dalam kegiatan digital tidak berbahaya. Satu atau dua jam pertama dari waktu layar benar-benar terkait dengan peningkatan kesehatan mental bagi mereka yang menggunakan komputer, smartphone, video game dan menonton TV atau film.

Penggunaan perangkat pada hari kerja dengan efek positif pada kesejahteraan digambarkan sebagai berikut:
1. Bermain video game: Satu jam 40 menit
2. Menggunakan smartphone: Satu jam 57 menit
3. Menonton film dan televisi: Tiga jam 41 menit
4. Menggunakan komputer: Empat jam 17 menit

Efeknya meningkat di akhir pekan dengan titik puncak yang berlangsung hingga empat jam dan 50 menit ketika menonton televisi. Namun, setelah titik puncak tersebut ini efek negatif muncul.

Sebagaimana diketahui, waktu layar anak-anak muda telah meningkat dengan munculnya perangkat digital yang digunakan di rumah. Misalnya, anak-anak, termasuk prasekolah berusia tiga dan empat tahun menghabiskan rata-rata 8 jam dan 18 menit seminggu online menurut laporan terbaru oleh Ofcom.

Penelitian mereka berasal dari survei yang lebih besar tentang kebiasaan hampir 300.000 anak Inggris berusia 15 tahun. Menurut penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa efek negatif dari waktu layar adalah sekitar sepertiga dari jumlah tidur yang teratur atau sarapan biasa. Ini artinya waktu di layar yang banyak akan mengurangi jumlah reguler dari waktu tidur sehingga membuat anak kurang beristirahat dan berdampak negatif terhadap kesejahteraan mereka.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Getty Images