Smartphone Membuat Berkurangnya Kepercayaan terhadap Orang Lain?

Beberapa tahun yang lalu, ketika Anda berkunjung ke sebuah kota atau daerah yang asing bagi Anda, bertanya ke orang asing atau orang yang tidak Anda kenal adalah solusi untuk mengatasi masalah seperti menemukan suatu tempat tertentu atau arah menuju suatu lokasi yang ingin Anda kunjungi.

Hari ini pun masih ada orang yang mengandalkan petunjuk penduduk setempat yang ramah untuk mengatasi persoalan dalam perjalanan Anda. Namun mungkin jumlahnya sudah jauh berkurang mengingat kemajuan teknologi membuat orang sangat mengandalkan benda kecil yang selalu mereka bawa ke mana mereka pergi yang bisa memberikan informasi apa saja, yaitu smartphone. Ini artinya, tanpa bantuan orang asing yang ramah atau penduduk setempat Anda masih bisa mencapai tempat atau lokasi yang ingin Anda kunjungi.

Pertanyaannya adalah adakah biaya yang ditimbulkan dari peralihan kebiasaan mengandalkan orang asing setempat ke smartphone tersebut?

Sebuah badan survei besar dari AS, World Values Survey mencoba menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut dengan mengadakan survei terhadap responden. Responden melaporkan seberapa sering mereka memperoleh informasi dari berbagai sumber, termasuk TV, radio, internet, orang lain dan telepon seluler atau smartphone mereka.

Dari survei tersebut ditemukan fakta bahwa semakin sering orang Amerika menggunakan ponsel mereka untuk mendapatkan informasi, semakin sedikit mereka mempercayai orang asing. Mereka juga melaporkan merasa bahwa kurang percaya kepada tetangga mereka, juga kepada orang-orang dari agama lain, dan orang-orang dari negara lain.

Hal yang penting untuk dicatat adalah bahwa menggunakan ponsel untuk informasi tidak memiliki kaitan dengan kepercayaan terhadap teman-teman dan keluarga mereka. Pola hasil survei menunjukkan bahwa mengandalkan smartphone untuk informasi mungkin bisa mengikis kepercayaan khususnya terhadap orang asing. Bisa jadi dengan menggantikan waktu layar untuk interaksi dengan orang asing, orang melupakan kesempatan untuk membangun rasa percaya pada orang lain.

Namun kemungkinan lain adalah bahwa tidak ada yang istimewa terkait dengan mendapatkan informasi melalui smartphone. Sebaliknya, informasi yang kita konsumsi terlepas dari medium untuk mendapatkannya  entah bagaimana telah membawa kita kurang percaya terhadap orang lain.

Hal yang pasti adalah bahwa media massa penuh dengan cerita tentang unsur-unsur negatif dari sifat manusia, mulai dari perang terorisme hingga kejahatan. Mungkin saja kemudian  informasi itu sendiri yang mengikis kepercayaan. Namun, temuan lain menunjukkan bahwa mendapatkan informasi dari media lain seperti TV, radio dan koran dikaitkan dengan lebih mempercayai orang lain. Hal tersebut bahkan berlaku untuk orang-orang yang mendapat informasi mereka secara online melalui internet, tetapi melalui komputer laptop daripada perangkat mobile.

Sumber: Daily Mail

Sumber Foto: Getty Images