Apakah Anak Anda Seorang Hacker?

Hacker kini bukan lagi hanya orang dewasa. Berkat kemajuan teknologi internet, anak-anak pun bisa menjadi hacker di usia yang sangat muda. Namun tentu sangat sulit untuk menentukan apakah seorang anak hakcer atau tidak. Untuk membantu menentukan apakah anak adalah hacker, seorang ahli keamanan cyber merilis beberapa tanda penting yang perlu diperhatikan orang tua.

Vince Warrington, nama ahli keamanan cyber tersebut merupakan orang yang membantu, baik pemerintah maupuan perusahaan swasta menyimpan data mereka secara aman. Vince merupakan bagian dari skema baru yang diluncurkan di Merseyside, Inggris untuk mendidik anak-anak berusia 8-18 tahun tentang perilaku online.

Menurut Vince Warrington beberapa ciri-ciri berikut merupakan pertanda bahwa seorang anak adalah hacker komputer.

  1. Anak menghabiskan sebagian besar waktu luang mereka dengan komputer mereka.
  2. Anak hanya memiliki beberapa teman di dunia nyata, tetapi berbicara secara ekstensif kepada teman-teman online tentang komputer.
  3. Guru sang anak mengatakan bahwa anak tersebut memiliki minat dalam komputer dan  mengesampingkan semua mata pelajaran lainnya.
  4. Anak online secara berlebihan sehingga memengaruhi kebiasaan tidur mereka.
  5. Anak menggunakan bahasa hacking, dengan istilah-istilah seperti ‘DDoS’, Dossing, pWnd, Doxing, Bots, botnet, Cracking, Hash, Keylogger, Lulz, phishing, Spoof atau Spoofing. Anggota kelompok Hackivist Anonymous menyebut serangan mereka sebagai ‘Ops’.
  6. Anak menyebut diri mereka dan teman-teman mereka sebagai hacker atau script kiddies.
  7. Anak memiliki beberapa profil media sosial pada satu platform.
  8. Anak memiliki beberapa alamat email.
  9. Anak memiliki julukan aneh (yang terkenal termasuk MafiaBoy dan CyberZeist).
  10. Komputer mereka memiliki web browser yang disebut TOR (The Onion Router) yang digunakan untuk mengakses forum hacking yang ada di dark web.
  11. Alat pemantau yang diinstall orang tua di komputer tiba-tiba berhenti bekerja.
  12. Anak dapat terhubung ke jaringan wifi di dekat rumah (terutama jika mereka tidak memiliki alasan yang sah untuk memiliki password).
  13. Anak mengklaim bahwa mereka menghasilkan uang dari game komputer online (banyak hacker mulai dengan memecahkan permainan komputer untuk mengeksploitasi kelemahan dalam permainan. Mereka kemudian akan menjual tipuan permainan ini secara online).
  14. Anak mungkin tahu lebih banyak dari yang seharusnya tentang orang tua dan saudara mereka tidak mampu melawan peretasan email atau media sosial.
  15. Koneksi internet di rumah melambat atau mati sama sekali sebagai akibat serangan dari hacker saingan sang anak yang mencoba mematikan koneksi internet.
  16. Beberapa bukti menunjukkan anak-anak dengan autism dan Asperger bisa lebih rentan untuk menjadi hacker.

Nah, apakah anak Anda memiliki beberapa ciri dari ke-16 ciri tersebut di atas?

Sumber: The Register