Bandara di Paris Uji Teknologi Pengenalan Wajah

Groupe ADP, operator bandara Paris, telah mulai menguji perangkat lunak pengenalan wajah  baru di bandara Charles de Gaulle untuk mempercepat penumpang melalui imigrasi setelah serangan teroris di Paris mengakibatkan keterlambatan disebabkan ketatnya pengamanan.

Perangkat lunak baru tersebut berasal dari Vision-Box, sebuah perusahaan di Portugal dan Morpho Detection. Menyusul serangan di Paris dan Nice pada tahun 2015 dan 2016, Prancis menerapkan catatan komputer dari setiap penumpang yang melewati kontrol perbatasan. Penerapan catatan komputer ini mengakibatkan peningkatan penumpang yang harus menunggu selama satu jam lebih lama dua kali lipat untuk melewati kontrol.

Langkah tersebut diambil karena bandara di seluruh dunia bergegas untuk memanfaatkan teknologi digital, termasuk pengenalan biometrik untuk mempercepat penumpang melalui bandara. Satu-satunya jalur cepat yang tersedia di Paris Charles de Gaulle dan Orly Airport adalah Parafe, sistem otomatis untuk warga Perancis yang memindai paspor biometrik dan sidik jari. Hanya 3 persen dari orang yang melewati Charles de Gaulle yang menggunakan Parafe, yang telah digunakan sejak tahun 2009.

Perangkat lunak dari Vision-Box akan memeriksa foto paspor dengan wajah orang dari seluruh 28 negara Uni Eropa. Jika uji coba berjalan dengan baik dan pemerintah Prancis menyetujui penggunaan perangkat lunak tersebut, jumlah orang yang menggunakan teknologi biometrik untuk mempercepat waktu akan naik sebanyak 20 persen dari rata-rata 180.000 orang setiap hari.

ADP memiliki 37 mesin yang digunakan dengan Parafe dan telah memesan 87 mesin lagi hingga tahun 2021, dimana sebanyak 45 mesin akan tiba tahun ini. Untuk diketahui, KLM baru saja memulai percobaan tiga bulan untuk menggunakan teknologi face-scanning di bandara Schiphol Amsterdam. Di Jepang, tahun lalu pemerintah Jepang menginvestasikan dana untuk menginstal sistem pengenalan wajah di bandara nasional dan di AS, perusahaan screening biometrik Clear melakukan ekspansi ke 22 bandara utama.

Sumber: Bloomberg