ICT Watch Adakan Nonton Bareng dan Diskusi Film Lentera Maya

Bertempat di Gedung Serba Guna Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, ICT Watch mengadakan nonton bareng atau nobar sekaligus diskusi Film Lentera Maya yang diikuti oleh penonton yang mendaftar via email yang berasal dari berbagai komunitas.

Nobar dan Diskusi Film Lentera Maya ini juga dihadiri oleh Menkominfo Rudiantara dan Mendikbud Muhajir Effendy serta pakar media sosial Nukman Lutfie dan aktivis muda Nadlatul Ulama, Savic Ali. Turut juga hadir Yanuar Nugroho dari kantor Staf Presiden dan Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika, Kominfo.

Film Lentera Maya adalah film terbaru yang dihadirkan oleh ICT Watch setelah seri Lini Massa. Film dokumenter ini bercerita tentang betapa pentingnya mengembangkan literasi digital terutama bagi generasi muda yang kini sangat mudah menerima informasi melalui gadget yang mereka pakai sehari-hari. Berbagai segi dari kehidupan digital masyarakat Indonesia dikisahkan melalui film yang berdurasi selamaa 40 menit ini yang pada intinya adalah bagaimana informasi bisa mengalir begitu cepat serta bagaimana menghadapinya dengan kecerdasan tertentu sehingga bisa menyikapi informasi tersebut dengan baik.

Film ini juga sangat terkait dengan kondisi saat ini, yaitu populernya berita palsu dan makin meningkatnya intoleransi. Meningkatnya intoleransi ini tergambar dengan jelas melalui berbagai peristiwa terakhir termasuk dua demonstrasi besar yang terjadi di Jakarta yang disulut oleh pemberitaan yang cenderung melakukan agitasi dan sebaran berita yang cenderung difrabrikasi melalui media sosial yang sangat masif.

Setelah nonton bareng Film Lentera Maya dilanjutkan dengan diskusi menarik. Menkominfo Rudiantara, Mendikbud Muhajir Effendy, Nukman Lutfie dan Savic Ali menjadi narasumber dalam diskusi tersebut yang dipandu oleh Blontank Poer sebagai moderator. Diskusi singkat tersebut memunculkan berbagai usulan bagaimana melakukan literasi digital yang lebih masif dan upaya melawan peredaran hoax yang kini sangat populer.

Rencananya ICT Watch akan melakukan nonton bareng dan diskusi film Lentera Maya ini di berbagai daerah di Indonesia. ICT Watch sebagai lembaga yang sangat peduli dengan kondisi literasi digital di Indonesia dan sudah bergerak di bidang ini sejak tahun 2002 yang lalu tentu menginginkan makin banyak orang yang bisa mengambil manfaat dari film ini dan makin banyak orang yang tercerahkan sehingga bisa menjadi lentera-lentera kecil swadaya yang mampu menjadi lentera bagi banyak orang lainnya.

Tentunya ICT Watch berharap melalui film Lentera Maya ini tanpa satu komando tunggal dari pemerintah, tetapi melalui kolaborasi banyak pihak, literasi digital di Indonesia bisa diwujudkan. Pada akhirnya masyarakat yang tercerahkan menjadi lebih imun terhadap peredaran kabar hoax, lebih mampu menjaga diri dari isu-isu radikal di internet dan mengembangkan sikap toleransi serta empati yang terlihat menyusut akhir-akhir ini.