Jerman Larang Boneka My Friend Cayla Karena Isu Privasi

Banyak permainan anak-anak yang terkoneksi, baik melalui WiFi maupun Bluetooth. Salah satunya adalah boneka My Friend Cayla, boneka pirang yang dapat menjawab pertanyaan dan bermain game jika dipasangkan dengan perangkat pintar. Namun baru-baru ini pemerintah Jerman melarang boneka My Friend Cayla ini karena diduga bisa memata-matai, terutama anak-anak.

Kelompok pengawas Jerman, Bundesnetzagentur (Federal Network Agency for Electricity, Gas, Telecommunications, Post and Railway) memperingatkan bahwa hacker dapat menggunakan boneka My Friend Cayla untuk mencuri data pribadi melalui koneksi bluetooth yang tidak aman. Bundesnetzagentur sudah menarik boneka My Friend Cayla dari rak-rak toko dan mendorong orang tua untuk mengambil tindakan pencegahan.

Boneka My Friend Cayla ini menyembunyikan kamera atau mikrofon yang mampu mentransmisikan sinyal dan karena itu dapat mengirimkan data tanpa terdeteksi sehingga mengompromikan privasi pengguna. Hal ini berlaku khususnya untuk mainan anak-anak. Presiden Bundesnetzagentur Jochen Homann mengatakan bahwa boneka Cayla telah dilarang di Jerman. Larangan tersebut juga bertujuan untuk melindungi bagian paling rentan dalam masyarakat Jerman (anak-anak).

Perlu diketahui, tahun lalu lebih dari 18 kelompok privasi mengajukan keluhan kepada Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) dan Uni Eropa tentang mainan terhubung seperti My Friend Cayla. Mereka mengklaim produsen mainan tersebut, Genesis Toys dan mitra teknologinya, Nuance melanggar praktik penipuan dan hukum privasi dengan merekam dan mengirimkan suara anak-anak tanpa izin.

Isu perangkat boneka tersebut bisa diretas belum menemukan fakta yang sebenarnya, tetapi ide mainan anak tersebut bisa dikompromikan adalah tambahan keluhan yang menyeramkan. Karena boneka menggunakan koneksi Bluetooth nirkabel yang tidak aman, siapa pun di sekitarnya berpotensi mendengarkan percakapan. Perusahaan juga bisa menggunakan mainan untuk beriklankan langsung ke anak-anak atau bisa menjual informasi yang mereka kumpulkan ke polisi dan badan intelijen.

Sumber: The York Times via Engadget

Sumber Foto: Mimitosdemama