Kebanyakan Aplikasi VPN Gratis di Android Bocorkan Data Pengguna

Bagi pengguna yang mencari ekstra privasi online atau mencoba untuk mengakses konten yang diblokir di daerah/negara tertentu, virtual private network (VPN ) merupakan surga dan jawaban untuk masalah tersebut. Aplikasi VPN melindungi pengguna dengan mengenkripsi lalu lintas internet dan routing melalui negara yang berbeda. Hal ini membuat lebih sulit bagi hacker untuk mencegat koneksi, dan juga bisa menipu Netflix dengan berpikir Anda berada di negara yang berbeda. Namun, program ini juga dapat menimbulkan risiko bagi pengguna.

Sebuah analisis baru dari hampir 300 aplikasi VPN Android menemukan bahwa 84 persen dari aplikasi yang diteliti membocorkan lalu lintas web pengguna, 38 persen mengadung malware atau malvertising, dan 18 persen tidak mengenkripsi data sama sekali. Bahkan tiga dari aplikasi VPN tersebut mencegat lalu lintas web pengguna yang memungkinkan, misalnya, operator untuk membaca email pengguna jika mereka mengunjungi Gmail dengan alasan untuk mempercepat koneksi.

Laporan itu disusun oleh peneliti keamanan dari sejumlah lembaga termasuk University of California di Berkeley dan CSIRO, lembaga riset federal di Australia. Narseo Vallina-Rodriguez, seorang peneliti keamanan dari IMDEA Networks dan ICSI yang turut menulis penelitian mengatakan bahwa ia tidak terkejut dengan temuan tersebut. Hal yang mengejutkan baginya adalah fakta bahwa orang percaya teknologi semacam itu. Ia mengatakan dalam menggunakan aplikasi ini, individu menyerahkan koneksi internet mereka dan jika perusahaan yang menangani data tersebut tidak dapat dipercaya, mereka bisa melakukan segala macam kerusakan.

Ancaman yang ditimbulkan oleh aplikasi bocor bervariasi. Dalam kasus orang-orang yang tidak mengenkripsi lalu lintas (biasanya fungsi pokok dari VPN), mungkin meninggalkan koneksi seseorang terbuka untuk diintip ketika menggunakan Wi-Fi publik. Aplikasi VPN yang menyusupkan malware atau malvertising ancamannya mungkin tidak selalu data pengguna , tetapi  pengalaman online mereka karena  VPN menggantikan iklan sebuah website dengan versi mereka sendiri yang lebih mengganggu.

Penelitian ini difokuskan pada aplikasi VPN gratis yang tersedia di Android, namun bukan berarti aplikasi VPN berbayar dijamin keamanannya. Aplikasi VPN berbayar tidak memiliki insentif untuk memonetisasi pengguna dengan menjual data atau memasukkan iklan, namun pengguna masih mempercayakan sebuah perusahaan lain untuk lalu lintas internet mereka.

Nah, apakah Anda menggunakan aplikasi VPN?

Sumber: The Verge

Sumber Foto: What Tech Says