Politik Membuat Karyawan Kurang Produktif

Saat ini, informasi terkait politik beredar luas di internet, terutama melalui media sosial. Tentunya karyawan suatu perusahaan tertentu mengonsumsi informasi politik tersebut dan membentuk pilihan politik atau menegaskan pilihan politik yang telah ada. Sudah bisa dipastikan bahwa tidak semua orang sama dalam pilihan politik, ada yang suka tokoh politik tertentu, ada yang menyukai partai politik tertentu dan ada yang membenci partai atau tokoh politik tertentu.

Sebuah survei bari di AS menunjukkan bahwa pengaruh pemilihan presiden AS yang telah cukup lama berlalu, bisa saja masih tersisa di ruang-ruang kerja karyawan. Menurut survei tersebut, karyawan menghabiskan sebagian besar dari waktu mereka bekerja untuk membaca, mengobrol dan bahkan bentrok dengan rekan-rekan mereka tentang politik. BetterWorks Systems Inc melakukan survei terhadapa 500 orang dewasa yang bekerja penuh waktu dari tanggal 31 Januari sampai 2 Februari yang lalu menemukan bahwa 87% karyawan membaca postingan di media sosial tentang politik selama bekerja.

Lebih dari seperlima membaca lebih dari 20 postingan (politik). Secara rata-rata dua jam sehari dihabiskan untuk berbicara atau membaca tentang politik, 22% di antaranya menghabiskan waktu tiga jam atau lebih setiap hari pada kegiatan tersebut.

Hampir sepertiga dari mereka yang disurvei mengatakan rekan kerja mereka menghabiskan lebih banyak waktu berbicara tentang politik dibandingkan dengan bekerja dan hampir setengahnya telah melihat percakapan morph politik menjadi argumen di kantor sejak pemilu AS di bulan November.

Fokus kepada politik tampaknya akan meninggalkan sedikit waktu dan perhatian untuk pekerjaan yang seharusnya dilakukan karyawan. Dua puluh sembilan persen pekerja melaporkan menjadi kurang produktif karena pemilu dan bagian yang besar di antara mereka kurang produktif ini adalah yang membaca 10 atau lebih posting politik di media sosial politik setiap hari kerja.

Tampaknya hal tersebut tidak hanya dialami oleh karyawan di AS sana. Karyawan di Indonesia, jika diadakan survei mungkin akan mengungkapkan hal yang sama. Kita bisa melihat Pemilu tahun 2014 dan Pilkada DKI (yang paling banyak mendapar sorotan) dan menemukan selama dua peristiwa ini dipercaya produktivitas karyawan menurun karena lebih asyik mengurus politik, berdiskusi dan bertengkar soal politik di kantor.

Sumber: WSJ

Sumber Foto: Rappler