Apple Inc. Tambal Lubang Keamanan Bocoran CIA

Apple berjanji untuk segera mengatasi lubang keamanan yang digunakan oleh CIA untuk meng-hack iPhone setelah munculnya rilis Wikileaks yang membocorkan dokumen CIA.

Kebocoran yang dinamai Vault 7 oleh WikiLeaks tersebut terdiri dari koleksi sekitar 10.000 dokumen individual yang dibuat antara tahun 2014 hingga 2016. Seorang juru bicara CIA mengatakan tidak akan berkomentar terhadap keaslian atau isi dari dokumen intelijen yang diklaim dan juru bicara pemerintah Trump Sean Spicer juga menolak berkomentar.

Apple Inc. salah satu perusahaan teknologi yang perangkatnya tampaknya telah ditargetkan, merilis sebuah pernyataan yang menyatakan bahwa banyak dari kerentanan yang disebutkan oleh dokumen yang bocor tersebut telah ditambal pada versi terbaru dari sistem operasi mobile iOS-nya. Apple Inc. berusahan meyakinkan penggunanya bahwa mereka bekerja untuk menambal sisa lubang keamanan yang masih ada.

Apple Inc. menyebutkan bahwa analisis awal mereka menunjukkan sebagian besar kerentanan yang dibocorkan oleh Wikileak sudah ditambal di iOS terbaru dan Apple Inc. akan terus bekerja dengan cepat mengatasi kerentanan yang diidentifikasi. Apple Inc. juga  mendorong penggunanya untuk men-download iOS terbaru untuk memastikan bahwa mereka memiliki update keamanan terbaru.

Perusahaan lain yang disebutkan dalam kebocoran tersebut termasuk Microsoft dan Samsung yang memberikan pernyataan singkat. Microsoft mengatakan bahwa mereka menyadari laporan dan akan menelitinya. Sementara Samsung mengatakan bahwa melindungi privasi konsumen dan keamanan perangkat adalah prioritas utama di Samsung. Samsung menyadari laporan tersebut dan segera menelitinya.

Perusahaan teknologi yang disebutkan dalam dokumen CIA yang bocor tersebut tentu perlu bereaksi mengingat kepercayaan pengguna terhadap produk mereka merupakan hal yang paling utama. Dengan memberikan jaminan perbaikan seperti yang dilakukan Apple Inc. pengguna tidak perlu risau lagi karena perangkat mereka telah dilindungi pada tingkat maksimum.

Sumber: The Guardian