Ekstrimis Hasilkan Uang dari Iklan Google

Para ahli pemasaran memperkirakan, ekstrimis dan pengkhotbah kebencian memperoleh setidaknya 318.000 dollar AS dari iklan untuk merek rumah tangga dan departemen pemerintah yang ditempatkan di samping video YouTube mereka. Google yang memiliki YouTube, diperkirakan oleh para analis internet telah memotong sebesar 149.000 dollar AS dari pengiklan untuk perannya menempatkan iklan pada konten, meskipun mereka tidak ingin namanya terkait dengan konten kebencian.

Wagdi Ghoneim, seorang pengkhotbah Muslim Salafi Mesir-Qatar yang telah dilarang memasuki Inggris karena kekhawatiran bisa memprovokasi orang lain untuk melakukan tindakan teroris diperkirakan menghasilkan 78.000 dollar AS dari iklan yang ditempatkan di video propaganda anti-Barat.

Iklan yang ditempatkan pada video Ghoneim termasuk kampanye oleh BBC, Boots dan saluran YouTube Channel 4. Channel Ghoneim di YouTube, Wagdy0000 merupakan saluran ekstrimis online paling populer yang ditemukan oleh Times yang memanfaatkan program sistem iklan Google yang menggunakan algoritma untuk menempatkan iklan merek di video.

Ghoneim telah dilarang memasuki Inggris sejak tahun 2009 karena pemerintah Inggris khawatir ia berusaha untuk memicu, membenarkan kekerasan teroris karena kemuliaan memiliki 207.000 subscriber di saluran YouTube-nya. Videonya telah ditonton sebanyak 31 juta view. Pembuat video YouTube seperti Ghoneim mengumpulkan sekitar 4,18 dollar AS untuk setiap 1.000 kali video ditonton. Channel Ghoniem diperkirakan telah menghasilkan 78.683 dollar AS secara total.

Adalah sesuatu hal yang tidak mungkin bagi pihak ketiga untuk mencari tahu secara persis berapa banyak uang yang dihasilkan Ghoneim dan ekstremis lainnya dari YouTube. Google lah yang tahu persis seberapa banyak yang dihasilkan oleh masing-masing YouTubers dan menyediakan mereka laporan pendapatan yang detail lengkap dengan asal dari mana pendapatan tersebut.

Seorang juru bicara Google menolak untuk memberikan laporan pendapatan untuk salah satu ekstremis yang disebutkan tersebut dan membantah perkiraan pendapatan yang dibuat oleh ahli pemasaran di atas. Juru bicara Google juga menolak untuk mengatasi peran Google dalam memberikan dana untuk orang-orang yang telah dilarang memasuki Inggris karena masalah terorisme.

Ronan Harris, direktur Google Inggris mengatakan bahwa Google sangat percaya pada kebebasan berbicara dan berekspresi di web, bahkan ketika hal tersebut berarti Google tidak setuju dengan pandangan yang diungkapkan. Harris mengatakan Google memiliki kebijakan untuk melarang iklan muncul di laman atau video dengan kebencian, serangan atau konten yang menyinggung, tetapi mengakui bahwa Google tidak selalu benar.

Ekstrimis online lainnya yang menghasilkan uang dari iklan yang ditempatkan di video YouTube mereka termasuk pendeta AS Steven Anderson, yang tahun lalu dilarang memasuki Inggris setelah ia mengatakan pembantaian di sebuah klub malam gay di Orlando, Florida, adalah kabar baik karena 50 pedofil berkurang jumlahnya di dunia. Saluran YouTube Anderson diperkirakan telah menghasilkan 68.000 dollar AS dari jumlah view sebanyak 33,5 juta. David Duke, seorang nasionalis kulit putih AS, antisemite dan mantan pemimpin Ku Klux Klan diperkirakan telah menghasilkan 34.000 dollar AS.

Sumber: The Guardian