Facebook Menang dalam Perkara Foto Selfie Pengungsi

Seorang pengungsi Suriah yang mengambil foto selfie dengan Kanselir Jerman Angela Merkel telah gagal dalam usahanya menuntut Facebook. Ia menuntut Facebook karena serangkaian postingan palsu di Facebook yang menghubungkan dirinya dengan serangan teroris.

Foto selfie pengungsi Suriah yang bernama Anas Modamani dari Darayya, Damaskus bersama Kanselir Jerman diambil pada bulan September 2015 yang lalu di sebuah penampungan pengungsi di Berlin. Foto selfie tersebut kemudian mengalami rekayasa dan kemudian berulang kali dibagikan serta mengidentifikasi dirinya sebagai penyebab di balik kejahatan dan serangan teroris di seluruh Eropa.

Pada bulan Januari 2017 yang lalu, pengacara Modamani mengajukan perintah awal pengadilan terhadap Facebook Eropa yang berusaha untuk mencegah Facebook menerbitkan foto fitnah dari pengungsi Suriah Anas Modamani dalam konteks serangan teroris.

Namun pengadilan di kota selatan Würzburg, menolak perintah Modamani tersebut. Hakim ketua mengatakan bahwa Facebook tidak wajib proaktif mencari dan menghapus posting fitnah sebab raksasa media sosial tersebut bukanlah pelaku atau peserta dalam dalam fitnah tersebut.

Pengacara Modamani ini, Chan-jo Jun berharap kasus ini akan membuat Facebook dipaksa untuk menghapus posting fitnah, bukan hanya setelah mereka ditandai oleh pengguna, tetapi untuk secara aktif mencari dan menghentikan proliferasi konten ilegal. Tim hukum Facebook telah menyatakan bahwa tidak ada software ajaib yang bisa secara otomatis memblok konten yang sebelumnya telah dihapus kemudian diupload lagi.

Juru bicara Facebook mengatakan bahwa mereka menghargai bahwa hal ini adalah situasi yang sangat sulit bagi Modamani. Itulah sebabnya Facebook dengan cepat menonaktifkan akses untuk konten yang telah secara akurat dilaporkan kepada Facebook oleh perwakilan hukum Modamani dan Facebook akan terus merespon dengan cepat laporan yang valid dari konten yang dipermasalahkan dari perwakilan hukum Modamani.

Namun demikian tetap ditemukan contoh posting yang menurut pengacara Modamani telah ditandai untuk Facebook tetap online bahkan setelah putusan pengadilan. Satu postingan menghubungkan Modamani dengan serangan pembakaran terhadap seorang tunawisma di Berlin. Postingan tersebut diposting pada 27 Desember 2016 dan telah dibagikan lebih dari 900 kali.

Sumber: The Guardian