Google Dituduh Memperoleh Keuntungan dari Konten Kebencian

Politisi dan pengiklan telah memperingatkan Google bahwa Google harus merombak praktik iklan atau berisiko terkena regulasi dan diboikot pengiklan.

Sebuah perusahaan pemasaran global menjadi yang pertama yang menarik semua belanja iklan di Google setelah munculnya berita bahwa iklan dari berbagai organisasi secara tidak sengaja ditempatkan di samping materi ekstremis. Sementara itu anggota parlemen Inggris mengancam akan memberlakukan undang-undang jika perusahaan media sosial tidak efektif mengatur diri mereka sendiri.

Google telah dipaksa untuk meninjau kebijakan periklanan mereka setelah pemerintah Inggris bergabung dengan berbagai organisasi termasuk The Guardian, BBC dan Transport for London dalam menarik iklan dari Google dan YouTube sebagai tanggapan atas berita tersebut di atas. Google juga telah dipanggil ke Cabinet Office, Inggris.

Sebuah kelompok berpengaruh dari anggota parlemen Inggris menuduh Google memperoleh keuntungan dari (konten) kebencian. Tuduhan tersebut hanya beberapa hari dari tuduhan lain yang menuduh Google, Twitter dan Facebook melakukan prostitusi komersial karena kegagalan untuk mengatasi ujaran kebencian pada layanan mereka.

Anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Yvette Cooper mengatakan bahwa Google tidak memungkinkan konten kebencian atau teroris untuk diuangkan, namun laporan media telah mengungkapkan bahwa hal tersebut terjadi. Iklan Pemerintah Inggris dan iklan dari brand utama di Inggris masih ditempatkan di situs yang tidak pantas dan penuh kebencian. Akibatnya Google dan organisasi-organisasi lain (Facebook, Twitter, dll) memperoleh keuntungan dari kebencian.

Cooper meminta Google untuk mengembalikan uang kepada pemerintah dan pengiklan lainnya serta memberikan penjelasan  mengapa hal tersebut terjadi dan apa yang akan dilakukan Google untuk mencegah hal serupa tidak pernah terjadi lagi.

Sumber: The Guardian