Rusia Bantah Terlibat Serangan ke Yahoo

Kremlin membantah tuduhan oleh pihak berwenang AS bahwa badan intelijen FSB terlibat dalam pelanggaran data besar terhadap Yahoo. Sebagaimana diketahui, Departemen Kehakiman AS kemarin mengumumkan dua intel FSB dituduh bersekongkol dengan dua hacker kriminal untuk melakukan serangan ke Yahoo. Tuduhan tersebut diyakini menjadi tuduhan yang pertama yang diajukan AS terhadap pejabat pemerintah Rusia.

Serangan ke Yahoo tersebut terjadi di tahun 2014, namun baru diketahui beberapa waktu kemudian dan serangan tersebut membuat bocornya 500 juta akun pengguna.

Juru bicara Rusia, Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia telah mengatakan berulang kali, tidak ada pertanyaan tentang keterlibatan resmi lembaga Rusia, termasuk FSB [badan intelijen] dalam setiap tindakan ilegal di dunia maya.

Para pejabat AS telah menuduh bahwa dua intelijen FSB, Dmitry Dokuchaev dan Igor Sushchin, berkolusi dengan Karim Baratov dan Alexsey Belan, yang masuk di daftar orang paling dicari FBI selama lebih dari tiga tahun. Selain mendalangi pelanggaran tersebut, dakwaan menuduh bahwa akun Yahoo yang diakses tanpa otorisasi digunakan untuk meluncurkan kampanye spam.

Sumber: BBC