Skandal Foto Tanpa Busana Marinir AS Terus Berkembang

Dalam hal pelanggaran data, posisi pengguna tampaknya setara. Entah itu pengguna biasa, entah itu tentara atau marinir, data mereka berpotensi dilanggar. Dan hal inilah yang terjadi terhadap perempuan yang berprofesi sebagai tentara Amerika Serikat.

BBC melaporkan bahwa prajurit AS dari semua bagian militer telah berbagi foto tanpa busana rekan mereka yang perempuan secara online. Laporan pekan lalu mengungkapkan kegiatan berbagi foto tanpa busana tersebut secara luas oleh mereka yang masih aktif dan mantan marinir di Facebook. Hal tersebut memicu penyelidikan oleh angkatan laut AS.

Wartawan BBC telah melihat bahwa kegiatan berbagi foto tanpa busana tentara perempuan AS tersebut tidak lagi hanya di kalangan marinir, tetapi telah meluas ke banyak bagian militer AS. Pentagon mengatakan bahwa tindakan semacam itu tidak konsisten dengan nilai-nilai. Tentara pria AS menggunakan papan pesan pada layanan hosting gambar anonim Anon-IB untuk berbagi gambar tanpa busana rekan perempuan mereka.

Pertama kali mereka akan memposting foto rekan perempuan mereka yang memakai pakaian yang diambil dari halaman media sosial mereka dan kemudian menanyakan apakah anggota lain memiliki foto tanpa busananya yang kemudian diposting. Posting-an tersebut terkadang memberikan nama dan rincian lain dari perempuan, termasuk di mana mereka ditempatkan. Sementara komentar cabul menghiasi posting tersebut.

Skandal itu pada mulanya dilaporkan terbatas untuk marinir di Facebook. Sebuah grup di Facebook yang disebut Marines United dengan 30.000 anggota baru-baru ini ditutup setelah meletusnya skandal tersebut. Komandan marinir menggambarkan skandal tersebut sebagai memalukan.

Papan pesan di situs Anon-IB dapat diakses publik dan hal itu menunjukkan bahwa praktek posting foto tanpa busana tentara perempuan tersebut telah berkembang ke seluruh bagian militer AS. Departemen Pertahanan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah mengeluarkan pedoman kebijakan untuk mencegah dan menangani pelecehan seksual dan perpeloncoan.

Sumber: BBC

Sumber Foto: DNA India