Anak Membajak, Orang Tua Kena Dendanya

Serangkaian kasus baru-baru ini telah mendefinisikan bagaimana sistem hukum Jerman menangani orang tua yang mengaku tidak terlibat dalam berbagi file ilegal, tetapi dikejar oleh penuntut hak cipta. Kasus terbaru melibatkan klaim yang dibawa oleh Universal Music Group terhadap download ilegal dari album Rihanna tahun 2011, Loud. Orang tua menerima pemberitahuan dari Universal yang menuntut pembayaran. Oangtua tersebut mengatakan mereka bukan penggemar Rihanna, tetapi salah satu dari tiga anak mereka yang melakukan download ilegal album Rihanna tersebut. Mereka tidak berniat mengadukan anak-anak mereka sendiri dan membawa kasus mereka ke pengadilan.

Pada bulan Oktober tahun lalu, pengadilan yang sama harus meninjau kasus serupa di mana seorang pria membantah membajak file dan menyebutkan istrinya sebagai pengguna kedua dari koneksi broadband rumah tangga mereka. Ia menolak untuk menjelaskan kebiasaan browsing istrinya secara rinci dan berhasil berpendapat bahwa di bawah hukum Jerman warga dilindungi dari melanggar privasi keluarga mereka.

Namun nasib baik pria tersebut tidak terjadi di kasus orang tua dan anaknya yang mendownload secara ilegal album Loud Rihanna. Orang tua tersebut harus bertanggung jawab atas torrenting (kegiatan mendownload file ilegal melalui torrent) anak mereka dan diperintahkan untuk membayar denda sebanyak 3.879,80 euro atau setara dengan 4.137,61 dollar AS.

Hakim pengadilan, Wolfgang Büscher, berpendapat bahwa kasus tersebut tidak sama dengan kasus bulan Oktober karena anak telah mengakui segalanya kepada orang tua mereka. Oleh karena orang tua mengakui bahwa mereka tahu anak mereka melakukan download ilegal, namun  menolak untuk memberikan nama mereka, maka harus menanggung kerugian yang sesuai.

Keputusan tersebut merupakan pukulan bagi orang tua yang anak-anaknya senang mendownload file ilegal melalui torrent. Keputusan tersebut mengikuti kasus serupa sebelumnya yang terjadi pada bulan Maret 2016. Seorang ayah mengklaim bahwa anaknya yang berusia 11 tahun telah mengunduh buku yang merupakan subjek dari hak cipta. Ia menjelaskan bahwa ia telah memperingatkan anaknya untuk tidak men-download hal-hal yang aneh atau melakukan sesuatu yang berbahaya. Hakim memutuskan bahwa ayah tersebut harus bertanggung jawab atas kegiatan download anaknya tersebut karena ia seharusnya dan secara eksplisit melarang anaknya berpartisipasi dalam download dan pertukaran file ilegal.

Perkembangan ini menambah kompleksitas dari pendekatan Jerman untuk menentukan bagaimana hukum menangani isu-isu baru yang muncul dari meluasnya penggunaan internet. Jerman dianggap sebagai salah satu negara terbaik di dunia untuk kebebasan internet dan perlindungan privasi, namun juga cukup ketat dalam hal penegakan hak cipta.

Sumber: Torrentfreak

Sumber Foto: Mashable