Debat Mengemuka Terkait Standar Hak Cipta Web Terbaru yang Kontroversial

World Wide Web Consortium (W3C), sebuah organisasi yang menetapkan standar bagaimana web bekerja, secara resmi telah mengusulkan mekanisme anti-pembajakan baru yang kontroversial. Proposal tersebut telah menyebabkan keretakan langka di komunitas web dan kritikus berdebat bahwa hal tersebut bisa menimbulkan risiko keamanan untuk pengguna dan merugikan ide web yang bebas dan terbuka.

Mekanisme Encrypted Media Extensions (EME) menyediakan cara standar bagi web browser untuk menangani perlindungan hak cipta yang disebut dengan perangkat lunak Digital Rights Management (DRM) sehingga orang dapat dengan mudah melihat video yang dilindungi hak cipta di browser yang mereka pilih. Perusahaan video streaming seperti Netflix dan Amazon menggunakan DRM untuk menghentikan orang-orang dari membajak film dan acara TV. Secara historis, hal ini dipraktikkan dengan menggunakan browser plugin seperti Adobe Flash dan Microsoft Silverlight, tetapi EME memungkinkan browser memutar ulang video terenkripsi tanpa plugin.

Menurut Robin Berjon, mantan pegawai W3C plugin jauh dari ideal karena mereka memerlukan instalasi perangkat lunak pihak ketiga dan memiliki track record yang buruk dalam hal keamanan. Tambahan lagi sudah banyak browser utama sudah mendukung EME sehingga masuk akal bagi W3C untuk membakukan dan menghindari masalah kompatibilitas di seluruh browser dan perangkat yang berbeda.

Namun para peneliti keamanan khawatir bahwa menggunakan EME sebagai standar bisa memperkenalkan kelemahan keamanan tersembunyi dalam browser. Mengutak-atik sistem DRM adalah ilegal di bawah hukum AS dan undang-undang hak cipta Uni Eropa sehingga dikhwatirkan para peneliti tidak dapat memeriksa browser untuk menemukan bug.

Harry Halpin dari French Institute for Research in Computer Science and Automationi mengatakan bahwa hal tersebut merupakan keamanan yang benar-benar buruk. Alih-alih mendorong orang untuk melaporkan kelemahan keamanan sehingga mereka dapat ditambal, standardisasi EME baru berarti setiap browser utama akan mencakup unsur-unsur di mana para peneliti independen tidak bisa memeriksanya.

Bug bisa terjadi kapan saja. Tahun lalu, seorang peneliti dari Israel menemukan bug dalam teknologi DRM yang digunakan oleh Google Chrome yang memungkinkan orang untuk membajak konten yang dilindungi. Jika EME disetujui sebagai sebagai standar baru, kelemahan yang lebih serius mungkin tidak bisa ditemukan.

Persetujuan atas standar terbaru tersebut sangat mungkin terjadi. Pada bulan Februari yang lalu, Tim Berners-Lee menyatakan dukungan untuk EME dalam postingan blog, dengan alasan bahwa hal tersebut adalah cara paling aman dan paling nyaman untuk memungkinkan orang untuk menonton film secara online.

Sumber: New Scientist

Sumber Foto: Lifehacker AU