Facebook Tawarkan Tips untuk Mengenali Berita Palsu

Ratusan juta pengguna Facebook akan ditawarkan tips untuk mengenali berita palsu sebagai bagian dari upaya terbaru Facebook untuk mengatasi kekhawatiran tentang perannya dalam penyebaran informasi palsu. Education tools baru tersebut merupakan bagian dari strategi multi saluran yang digunakan untuk meminimalisasi penyebaran berita palsu di Facebook.

Adam Mosseri, wakil presiden Facebook yang bertanggung jawab atas news feed mengatakan bahwa Facebook melawan berita palsu dan ingin menganggapnya serius. Menurutnya hal tersebut adalah masalah besar yang mendahului Facebook, mendahului internet. Facebook perlu mengambil pendekatan multisaluran untuk mengatasinya.

Muali hari Jumat (7 April) pengguna di 14 negara akan disajikan dengan pos besar di bagian atas feed mereka dengan pesan, it is possible to spot false news dan menghubungkan mereka ke 10 tips untuk mengidentifikasi informasi yang salah termasuk memeriksa alamat web dan menjadi skeptis tentang berita utama yang membuat klaim yang mengejutkan.

Pos tersebut akan diluncurkan selama tiga hari dan pengguna hanya akan melihat pesan sampai tiga kali. Peluncuran awal akan menargetkan Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Italia, Filipina, Indonesia, Taiwan, Myanmar, Brasil, Meksiko, Columbia, Argentina, dan Kanada. Facebook mengatakan juga akan mendorong hal tersebut agar berlaku secara global.

Facebook telah membatasi definisi mereka terhadap berita palsu, yaitu artikel yang ditetapkan untuk menipu, mengandung tujuan memalsukan yang dapat dibuktikan dan berpura-pura dari situs berita yang sah. Input fakta mitra pihak ketiga seperti Snopes dan PolitiFact hanya akan digunakan untuk membatasi penyebaran berita yang diduga cocok dengan definisi untuk menghindari tuduhan sensor bermotif politik.

Mosseri mengatakan mayoritas berita palsu di Facebook diciptakan untuk keuntungan finansial daripada politik dan dampaknya dapat dikurangi dengan membatasi seberapa sering orang melihatnya dan memotong pasokan dari pendapatan iklan. Namun, ia mengatakan langkah-langkah edukasi juga diperlukan untuk membantu orang menilai berita palsu yang berhasil masuk ke news feed.

Sebagaimana diketahui, Facebook telah dikritik karena lambat untuk mengambil tanggung jawab untuk perannya dalam menyebarkan informasi yang salah yang menjadi perdebatan hangat selama pemilu AS.

Sumber: The Guardian