Hampir 50% Perusahaan Inggris Mengalami Serangan atau Pelanggaran

Survei pemerintah Inggris menunjukkan bahwa hampir setengah (46%) dari bisnis Inggris mengalami setidaknya satu pelanggaran cyber atau serangan tahun lalu. Proporsinya naik menjadi 2/3 di antara perusahaan menengah dan besar.

Pelanggaran paling sering melibatkan email penipuan yang dikirim kepada staf atau masalah keamanan yang berkaitan dengan virus, spyware atau malware. Survei ini diikuti oleh 1.500 bisnis Inggris dan termasuk 30 wawancara mendalam.

Pemerintah Inggris mengatakan terdapat cukup besar proporsi bisnis yang masih tidak memiliki perlindungan dasar. Meskipun pemberlakukan kontrol teknis dasar sudah banyak dilakukan, hanya sepertiga dari bisnis yang memiliki kebijakan formal terhadap risiko cybersecurity. Kurang dari sepertiga (29%) dari bisnis yang menugaskan anggota dewan tertentu yang bertanggung jawab untuk cybersecurity.

Kerentanan bisnis terhadap serangan cyber merupakan masalah yang sudah banyak diketahui publik. Banyak bisnis telah merespon masalah tersebut dengan membuat bagian khusus atau membayar konsultan mahal untuk membuat mereka merasa lebih baik. Namun demikian, tetap sulit bagi kebanyakan orang untuk membedakan email atau situs berbahaya dari yang aman.

Survei pemerintah tersebut menunjukkan bahwa banyak usaha atau bisnis yang masih menganggap cybersecurity bukan prioritas sehingga mereka rentan kena serangan atau pelanggaran.

Sumber: BBC