Sir Tim Berners-Lee Dukung End to End Ecryption

Sir Tim Berners-Lee mengkritik rencana untuk melemahkan enkripsi atau memperpanjang pengawasan karena banyaknya serangan teroris dalam beberapa waktu terakhir.

Sebagaimana diketahui sehari setelah serangan di Westminster yang merenggut nyawa tiga pejalan kaki dan seorang petugas polisi, Home Secretary, Inggris Amber Rudd mengatakan seharusnya tidak ada ruang yang aman bagi teroris untuk berkomunikasi secara online. Komentar itu muncul setelah diketahui bahwa penyerang Khalid Masood telah memeriksa WhatsApp yang menawarkan enkripsi end-to-end, dua menit sebelum membajak sebuah SUV dan kemudian melakukan serangan di Westminster.

Menurut Sir Tim Berners-Lee, melemahnya enkripsi akan menjadi suatu kesalahan. Jika ada yang mencoba untuk menangkap teroris adalah benar-benar menggoda untuk untuk dapat memecahkan semua enkripsi tersebut.

Home Secretary, Inggris Amber Rudd dilaporkan telah mengundang bos teknologi dari Google, Microsoft, Twitter dan Facebook untuk membahas enkripsi dan implikasi keamanan nasional. David Emm, peneliti keamanan utama di Kaspersky Lab mengatakan bahwa perusahaan teknologi tidak mungkin senang kalau beralih ke bentuk enkripsi yang bisa dimata-matai. Hal ini terlihat dalam kasus antara   Apple dan FBI tahun lalu.

Serangan teroris di Westminster telah memperbaharui debat tentang penggunaan enkripsi end-to-end di layanan pesan seperti WhatsApp. Rudd telah mengimbau kepada perusahaan teknologi untuk menyediakan cara bagi pemerintah untuk memeriksa komunikasi dari mereka yang dicurigai, misalnya teroris. Politisi lain bahkan telah menyerukan larangan enkripsi end-to-end.

Sumber: The Register