Blogger Dipenjara Karena Main Pokemon Go

Hakim di Rusia telah memutuskan bahwa seorang YouTuber Rusia bersalah menimbulkan kebencian melalui posting video antireligius setelah dia memfilmkan dirinya bermain Pokémon Go di sebuah gereja. Ruslan Sokolovsky, seorang pria berusia 22 tahun dari kota pegunungan Ueng menghadapi tuntutan hukuman lima tahun penjara karena menyinggung sensibilitas beragama, namun akhirnya dihukum tiga setengah tahun penjara.

Sokolovsky memposting videonya saat  menangkap Pokémon di Gereja All Saints Yekaterinburg pada bulan Agustus 2016 yang lalu. Video tersebut diposting sebagai tanggapan atas tindakan pemerintah yang menjatuhkan hukuman lebih keras kepada mereka yang dengan sengaja menghina perasaan orang-orang beragama di tempat-tempat suci keagamaan, seperti gereja.

Dalam video tersebut Sokolovsky mempertanyakan pihak mana yang bisa tersinggung jika ia berjalan mengelilingi gereja dengan smartphonenya. Ia juga mempertanyakan mengapa ada larangan menggunakan smartphone di tempat tersebut. Beberapa minggu setelah ditayangkan di YouTube, Sokolovsky dibangunkan oleh polisi yang telah mengakses apartemennya dengan menggunakan kunci dari pemiliknya dan ditangkap. Dia kemudian ditempatkan dalam tahanan rumah sampai penampilannya di pengadilan.

Organisasi hak asasi manusia Amnesty International telah melobi pembebasan Sokolovsky, dengan alasan bahwa hukuman dan hukum yang diterapkan terhadap  Sokolovsky adalah pembatasan kebebasan berbicara. Pada bulan September 2016 saja, lebih dari 14.000 orang telah menghubungi pihak berwenang Rusia yang menuntut agar Sokolovsky dibebaskan.

Sumber: Engadget