Ekstremisme Online Harus Ditangani

Perdana Menteri Inggris, Theresa May mendesak para pemimpin dunia untuk berbuat lebih banyak untuk memerangi ekstremisme online. Ia mengatakan bahwa pertarungan melawan apa yang disebut ISIS telah bergerak dari medan perang ke internet. Pada pertemuan puncak G7 di Sisilia, perdana menteri Inggris tersebut mengatakan bahwa perusahaan teknologi harus berbuat lebih banyak untuk mengidentifikasi dan menghapus materi yang ekstrem.

Theresa May juga mendesak lebih banyak tindakan untuk menangani pejuang dari negara lain yang melakukan perjalanan untuk bergabung dengan ISIS. Theresa May dikabarkan telah bertemu dengan presiden Prancis Emmanuel Macron di pertemuan puncak tersebut dan keduanya sepakat bahwa serangan baru-baru ini di Manchester dan Paris menunjukkan perlunya kerja sama yang lebih baik.

Theresa May memperingatkan bahwa mereka yang kembali ke negara asal mereka dari negara-negara seperti Irak dan Suriah merupakan ancaman teroris baru dan mendesak anggota G7 untuk bekerja dengan mitra mereka di wilayah tersebut untuk meningkatkan hasil dan tuntutan para pejuang asing. Anggota G7 harus dapat berbagi data dengan aman untuk melacak pejuang saat mereka melintasi perbatasan dan membuat keputusan tentang apakah akan mengadili mereka.

Theresa May juga mencari landasan bersama dalam menangani ekstremisme online saat dia memimpin sebuah sesi kontra-terorisme di pertemuan puncak G7 di Italia. Ia menginginkan bagaimana negara-negara dapat bekerja sama untuk mencegah rencana online serangan teroris dan untuk menghentikan penyebaran ideologi ekstremis.

Theresa May berargumen bahwa, karena gerilyawan ISIS kehilangan kekuasaan di Timur Tengah, ancaman mereka bukannya hilang, tetapi malah  berkembang dan bahwa industri online memiliki tanggung jawab sosial untuk berbuat lebih banyak untuk mengurangi konten berbahaya.

Menteri keamanan Ben Wallace mengatakan bahwa penggunaan komunikasi online adalah salah satu tantangan terbesar dalam perang melawan terorisme yang mana dengan enkripsi membuatnya hampir tidak mungkin untuk benar-benar mengetahui orang-orang yang berkomunikasi tersebut. Menurutnya skalanya bukan hanya Inggris, tetapi juga di seluruh Eropa, di seluruh dunia. Dia mengatakan perusahaan teknologi raksasa Amerika seperti Facebook dan Google bisa melakukan lebih banyak untuk memerangi ekstremisme online.

Sumber: BBC