Regulator Eropa Tekan Facebook untuk Perketat Aturan Privasi

Pihak berwenang di Prancis dan Belanda mengungkapkan bahwa mereka menentang cara Facebook menangani besaran data pengguna yang dikumpulkannya. Dalam pengumuman terpisah, kelompok pengawas privasi di kedua negara tersebut mengatakan bahwa Facebook tidak memberikan pengguna kontrol yang cukup atas data mereka dan menuduh Facebook telah mengumpulkan informasi pengguna melalui situs web pihak ketiga tanpa persetujuan pengguna.

Seperti yang dilaporkan New York Times, regulator di kedua negara tersebut merasa seperti tidak bergigi  dalam menghadapi mesin cetak uang Facebook. Komisi Prancis Nationale de l’Informatique et des Libertés (CNIL) hanya mengenakan denda sebesar 150.000 euro (sekitar 164.000 dollar AS), sementara pihak Belanda belum menetapkan denda keuangan sama sekali, walaupun Times mencatat bahwa Facebook masih dapat mencapai penyelesaian dengan mereka. Namun demikian sebenarnya belum ada di antara kedua negara tersebut yang  benar-benar memerintahkan Facebook untuk membuat perubahan tentang bagaimana mereka menangani data pengguna.

Facebook mengklaim bahwa mereka telah meningkatkan aturan sehingga sesuai dengan aturan perlindungan data ketat Eropa dan baru-baru ini menyederhanakan pengaturan privasinya. Di sisi lain, ini bukan kali pertama Facebook melakukan segala usaha untuk mendekati otoritas Eropa dan menyebabkan perubahan nyata bagi pengguna. Sebelumnya, fitur pengenalan wajah otomatis diblokir di Uni Eropa dan peraturan privasi tahun lalu memaksaFacebook untuk berhenti menyedot data pengguna dari WhatsApp. Saat ini, Kementerian Kehakiman Jerman juga mempertimbangkan denda yang lebih berat terhadap Facebook karena gagal menghapus hate speech.

Sumber: Engadget, The New York Times