Siaran Pers: Empat Karya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia Mendapatkan Penghargaan Anugerah WSIS 2017 – PBB

4 (empat) inisiatif / karya bangsa Indonesia masuk sebagai Champions penghargaan WSIS dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) c.q. ITU (International Telecommunication Union) tahun 2017. ITU selaku lembaga di bawah PBB menjalankan amanat World Summit on Information Society (WSIS) sebagai program kegiatan mendorong masyarakat informasi dunia, setiap tahun mendorong program-program dari berbagia Negara anggota PBB untuk menerapkan inisiatif dan proyek mendorong masyarakat Informasi. Pengambang inisitif/proyek berbasis ICT dapat menyerahkan hasil inisitif/proyeknya kepada ITU-WSIS melalui jalur WSIS stock-taking.

Untuk tahun 2017 ini, ITU telah mengumumkan sejumlah 90 inisiatif/proyek sebagai Champions yang akan dibawa pada perhelatan WSIS Forum pada tanggal 12 – 17 Juni 2017 di Geneva nanti, yang akan memilih 18 winner dari 90 champions tersebut. Penjaringan Champiion tersebut dilakukan dari seleksi atas 345 proyek ICT yang telah lolos nominasi hasil review oleh para expert terhadap 467 proyek ICT yang diterima. 90 inisiatif/proyek Champion merupakan hasil voting dari 1,1 juta voting, selanjutnya penentuan Winners akan dilakukan oleh Tim Ahli (Expert Group).

Keempat inisiatif / karya bangsa Indonesia tersebut adalah:

  1. Backpack Radio Station (oleh Iman Abdurrahman) pada kategori #12 (ICT Applications: e-Environment).
  2. LISA – Information Systems for Farmers (oleh PT 8villages Indonesia) pada kategori #13 (ICT Applications: e-Agriculture).
  3. iGrow My Own Food (oleh iGrow) pada kategori #13 (ICT Applications: e-Agriculture)
  4. Internet Sehat (oleh ICT Watch – Indonesia) pada kategori #17 (Ethical Dimensions of the Information Society)

Anugerah WSIS (WSIS Prize) 2017 memiliki 18 kategori yang beragam, yang mengaitkan erat pemanfaatan teknologi infomasi dan komunikasi (TIK) dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDG) 2030. Jika pada tahun 2016 hanya ada 3 (tiga) inisiatif / karya Indonesia yang masuk nominasi dan lantas menghasilkan 1 (satu) Champion, maka pada 2017 terdapat 18 nominator dari Indonesia yang lantas terpilih 4 (empat) sebagai Champion sebagaimana data di atas.

“Pencapaian karya atau inisiatif Indonesia pada kompetisi global Anugerah WSIS 2017 PBB, menguatkan pesan bahwa Indonesia adalah barometer penting pencapaian dan pengembangan TIK sebagai pilar pembangunan dunia,” ujar Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (9/5/2017). “Tentu saja kami berharap dan menargetkan ada yang menjadi Winner dari Indonesia,” tambahnya.

Khusus pada kategori “ICT Applications: e-Agriculture”, masuknya 2 (dua) nominator dari Indonesia, menurut Semmy, juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara berkembang yang sejatinya mampu bersaing dan menjadi sumber belajar serta inspirasi bagi negara lain di dunia dalam membangun sektor pertanian.

“Salah satu program prioritas yang dijalankan oleh Kementerian Kominfo memang terkait erat dengan pemberdayaan petani, dengan menyediakan layanan ataupun solusi berbasiskan TIK,” ujar Semuel. “Kami berkeyakinan bahwa transformasi digital di Indonesia haruslah turut menyentuh dan memberdayakan berbagai jenis penggerak ekonomi kerakyatan, salah satunya pada sektor pertanian tersebut,” tambahnya.

Sebagaimana pada ajang sebelumnya, tahapan pada Anugerah WSIS 2017 yaitu dimulai dari pendaftaran secara mandiri yang terbuka secara global, dilanjutkan dengan penentuan nominator oleh para pakar yang ditunjuk PBB, kemudian proses online voting untuk menentukan 5 (lima) Champion (runner-up) per kategori.

Lantas dari kelima Champion tersebut, secara paripurna para pakar tersebut akan memilih satu Winner (pemenang utama) pada setiap kategorinya. Saat ini proses pemilihan untuk kategori Winner tersebut tengah berlangsung.

Adapun prosesi penyerahaan penghargaan tersebut, baik bagi Winner maupun Champion, akan dilaksanakan saat Sidang WSIS Forum 2017 di Jenewa, dengan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU), pada 12 – 16 Juni 2017.

Berdasarkan letak geografis, dua kawasan yang paling banyak menyumbang nominator adalah Asia Pasifik dengan 88 inisiatif / karya, dan kemudian kawasan Arab dengan 78 inisiatif / karya. Sedangkan dari jenis pemangku kepentimgan, tiga terbesar adalah dari sektor pemerintah dengan 145 inisiatif / karya, sektor bisnis dengan 78 inisiatif / karya dan sektor masyarakat sipil dengan 56 inisiatif / karya.

Sekilas tentang Backpack Radio Station (jrki.or.id) adalah teknologi stasiun radio mini yang dapat dibawa dalam backpack (ransel) yang tahan air dan api, serta dilengkapi dengan batere tahan lama dan panel surya, guna melayani informasi di daerah-daerah yang terisolir akses informasinya. LISA (8villages.com) adalah aplikasi edukasi dan komunikasi untuk pemberdayaan komunitas rural, termasuk bagi petani dan pengusaha mikro, dengan saling menghubungkan komunitas rural pada berbagai lokasi di Indonesia. iGrow (igrow.asia) adalah aplikasi yang memungkinkan adanya interaksi antara pemilik lahan pertanian, petani, investor dan pembeli hasil pertanian guna mendukung ekosistem rantai pasokan pertanian dan investasi permodalan terkait. Internet Sehat (internetsehat.id) adalah program edukasi dan sosialisasi literasi digital bagi masyarakat, mengedepankan perlindungan kebebasan berekspresi sekaligus mengantisipasi disinformasi dan diskriminasi di Internet.

Sebagai informasi, Penghargaan WSIS mengangkat proyek-proyek yang tepat yang mampro mendorong keunggulan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk emmpercepat pembangunan dan kemajuan social-ekonomi yang tentu erat berkaitan dengan pembanguan yang berkelanjutan (the sustainable Development). Kegiatan ini merupakan amanat dari Agenda Tunis 2005 dan WSIS Plan of Action 2003 di mana ketika pembentukan Agenda dan Plan of Action tersebut Indonesia sangat aktif memberikan kontribusi.

Jakarta, 11 Mei 2017

Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika