Situs FCC AS Jadi Target Serangan

Situs Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) sengaja diserang pada 8 Mei. Insiden tersebut dimulai beberapa jam setelah komedian John Oliver mengkritik rencana FCC untuk membalikkan aturan net neutrality di Amerika Serikat. John Oliver sebelumnya mendesak publik AS untuk memposkan komentar ke sistem komentar online di situs tersebut sebagai upaya memprotes proposal tersebut.

FCC mengatakan bahwa masalah dengan situs mereka disebabkan oleh serangan yang diatur, bukan volume lalu lintas kunjungan yang tinggi. Menurut FCC aktor-aktor ini tidak mencoba mengajukan komentar sendiri-sendiri, melainkan menimbulkan kesulitan bagi orang yang berkomentar secara sah. Ini artinya serangan tersebut membuat kesulitan bagi orangt-orang yang memiliki legitimasi untuk berkomentar karena situs FCC tersebut sulit untuk dicapai.

FCC juga menambahkan bahwa sistem komentar tetap aktif dan berjalan sepanjang waktu, serangan DDoS akan mengikat server dan mencegah mereka merespons orang yang mencoba memberikan komentar.

John Oliver dalam acara malam Minggunya, yaitu Last Week Tonight meminta penonton untuk mengunjungi situs web yang mengarahkan mereka ke halaman yang benar di situs FCC untuk meninggalkan komentar. Menurutnya setiap kelompok internet seperti gamer, selebriti YouTube, model Instagram, atau bahkan Tom MySpace perlu berkumpul karena dibutuhkan untuk melawan proposal net neutrality yang baru dari FCC.

Permohonannya John Oliver tersebut diajukan setelah ketua FCC Ajit Pai mengatakan pada bulan April yang lalu bahwa dia akan meninjau peraturan yang dibuat pada tahun 2015 yang mengharuskan perusahaan broadband memperlakukan semua lalu lintas online secara setara. Desember tahun lalu, Pai mengatakan dalam sebuah pidato bahwa undang-undang net neutrality menahan investasi, inovasi, dan penciptaan lapangan kerja sehingga perlu diganti.

Sumber: BBC